UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena pembacaan shalawat di Majelis Az-Zahir Pekalongan. Shalawat yang sebelumnya merupakan ranah privat yang memiliki nilai ibadah, lambat laun berubah menjadi aktivitas yang memiliki nilai keuntungan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosial budaya yang dikaitkan dengan media digital. Melanjutkan penelitian tentang tradisi pembacaan shalawat pada penelitian yang sudah ada, sebagian besar tema yang ada hanya menyentuh aspek pengaruh tradisi shalawat terhadap perilaku masyarakat dan juga meningkatkan rasa cinta tanah air. Komodifikasi shalawat di kelompok Az-Zahir ditinjau melalui tiga aspek yaitu komodifikasi konten, komodifikasi audiens, dan komodifikasi pekerja. Dapat dipahami bahwa hubungan antara religiusitas komoditas dan komodifikasi agama bersifat kompleks dan saling bergantung. Komoditas merupakan barang atau jasa yang diperjualbelikan, sedangkan agama merupakan sistem kepercayaan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan atau kekuatan yang lebih tinggi. Meskipun berasal dari ranah yang berbeda, keduanya kerap kali saling memengaruhi dan membentuk.

Studi ini menunjukkan bahwa komodifikasi shalawat di Kelompok Az-Zahir terjadi melalui tiga aspek.Komodifikasi konten mengubah shalawat menjadi nilai profit, komodifikasi audiens memberikan nilai keuntungan melalui iklan, dan komodifikasi pekerja menghasilkan pendapatan bagi anggota.Produk komoditas seperti stiker, koko, peci, dan bendera Az-Zahir memperkuat hubungan antara religiusitas komoditas dan komodifikasi agama.Kedua domain ini saling memengaruhi dan membentuk dalam konteks digital dan ekonomi.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform digital seperti YouTube dan Instagram terhadap perubahan nilai shalawat dari ritual keagamaan menjadi produk komersial. 2. Analisis peran tokoh religius sebagai pengusaha agama (religious entrepreneurs) dalam memperluas pengaruh shalawat melalui strategi pemasaran dan branding. 3. Studi tentang bagaimana komodifikasi shalawat memengaruhi autentisitas pengalaman spiritual, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar budaya konsumerisme.

  1. AGAMA SEBAGAI “KOMODITAS”? Memosisikan Majelis Shalawat sebagai Waralaba Religius | Anggrisia... ejournal.unuja.ac.id/index.php/trilogi/article/view/1595AGAMA SEBAGAI AuKOMODITASAy Memosisikan Majelis Shalawat sebagai Waralaba Religius Anggrisia ejournal unuja ac index php trilogi article view 1595
  2. Portal Jurnal LP2M SASBABEL. portal jurnal lp2m sasbabel akses artikel silahkan kunjungi web disini ilmiah... doi.org/10.32923/kjmp.v6i2.3949Portal Jurnal LP2M SASBABEL portal jurnal lp2m sasbabel akses artikel silahkan kunjungi web disini ilmiah doi 10 32923 kjmp v6i2 3949
Read online
File size630.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test