UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Konflik Ahmadiyah Lombok telah menempuh jalan panjang dari tahun 1980an sejak dikeluarkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Pengungsi Jamaah Ahmadiyah Lombok yang mengungsi di Asrama Transito mengalami diskriminasi dan stigma negatif, serta sulit memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, termasuk kebebasan beribadah sesuai keyakinannya, termasuk secara umum terbatasnya akses terhadap layanan publik. Penelitian ini berupaya menjawab beberapa pertanyaan krusial seperti bagaimana akses pelayanan publik yang didapatkan warga Ahmadiyah sejak mengungsi di Asrama Transito Mataram, bagaimana stigma negatif yang mereka alami, dan penilaian menyimpang yang mereka terima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada Jemaah Ahmadiyah yang mengungsi di Asrama Transito dan observasi di Transito Asrama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa selama berada di Asrama transito, Jemaah Ahmadiyah mengalami diskriminasi berupa akses terhadap layanan publik yang sulit dijangkau, mereka juga mengalami stigma negatif akibat fatwa sesat, serta dianggap eksklusif karena tidak terbuka terhadap hal-hal yang tidak diinginkan komunitas lokal.

Penolakan dan pengusiran oleh masyarakat berdasarkan fatwa MUI melalui Tuan Guru membuat negara tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.Sebaliknya, negara menjadi bagian dari kekerasan tersebut.Negara telah membiarkan ini melalui polisi, dan kurangnya penegakan hukum membuat Ahmadiyah semakin putus asa dalam masyarakat karena kurangnya perlindungan.Akibat turunan seperti SKB tiga menteri, peraturan kepala daerah, dan lembaga terkait, Ahmadiyah juga tidak mampu melakukan banyak hal.Melalui aparatus ideologis dan repressif, aparatus negara menjadi bagian dari tindakan kekerasan terhadap Ahmadiyah, yang hak-haknya dijamin oleh Konstitusi Republik Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kelompok minoritas agama, seperti Ahmadiyah, dengan membandingkan kasus di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang potensi program penyelesaian konflik berbasis masyarakat yang melibatkan dialog antaragama untuk mengurangi prasangka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap kelompok minoritas, termasuk upaya mengurangi stereotip negatif melalui penyajian informasi yang lebih objektif.

  1. Manfaat dan Kesehatan - IAIN PWT. manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat... doi.org/10.24090/jk.v7i2.3517Manfaat dan Kesehatan IAIN PWT manfaat kesehatan iain menu featured alya ketahui leci solusi sehat doi 10 24090 jk v7i2 3517
  2. PAHAM KENABIAN MIRZA GHULAM AHMAD MENURUT PERSPEKTIF JAMAAH AHMADIYAH LAHORE (GAI) DI INDONESIA | Al-Marwan... doi.org/10.24235/jy.v7i2.9373PAHAM KENABIAN MIRZA GHULAM AHMAD MENURUT PERSPEKTIF JAMAAH AHMADIYAH LAHORE GAI DI INDONESIA Al Marwan doi 10 24235 jy v7i2 9373
  3. The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma | Jurnal Fuaduna : Jurnal... ejournal.uinbukittinggi.ac.id/fuaduna/article/view/8507The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok Public Services and Negative Stigma Jurnal Fuaduna Jurnal ejournal uinbukittinggi ac fuaduna article view 8507
  4. Satu Dekade Jadi Rumpun Terasing : Narasi Identitas dan Kekerasan Jemaat Ahmadiyah di Lombok | Nurhikmah... e-journal.usd.ac.id/index.php/Retorik/article/view/1518Satu Dekade Jadi Rumpun Terasing Narasi Identitas dan Kekerasan Jemaat Ahmadiyah di Lombok Nurhikmah e journal usd ac index php Retorik article view 1518
Read online
File size323.55 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test