UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanArtikel ini mengkaji nasionalisme bertuhan dengan menggunakan teori sekularisme. Menchik mengartikan hubungan agama dan negara di Indonesia sebagai “nasionalisme bertuhan. Keterkaitan ini berdasarkan “perasaan kebersamaan yang bersumber pada sistem kepercayaan bersama yang dibina melalui kerja sama antara negara dan organisasi keagamaan (NU, Muhammadiyah, Persis). Jeremy Menchik berpendapat bahwa kekerasan terhadap Ahmadiyah harus dilihat sebagai “intoleransi produktif dan bukan sekedar merusak demokrasi, karena hal ini dimaksudkan untuk melindungi ikatan keagamaan. Konsep nasionalisme bertuhan telah dikritik karena mengabaikan kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia. Konsep ini juga terlalu menekankan data makro dan gagal menjelaskan realitas lokal yang dialami Ahmadiyah. Data primer penelitian ini adalah buku Menchik yang berjudul “Islam and Democracy in Indonesia: Tolerance Without Liberalism, selanjutnya akan dianalisis secara teoritis dengan meminjam teori sekularisme Jose Casanova. Temuan artikel ini menunjukkan ketiadaan wacana sekularisme di sepanjang karyanya mempengaruhi pendiriannya dalam memahami nuansa intoleransi beragama di Indonesia. Menurut Menchik, Indonesia dipandang sebagai negara yang moderat, namun tidak dalam bentuk oposisi biner, seperti terlihat pada genealogi sekularisme di dunia Barat, di mana agama seringkali diposisikan dengan preposisi negatif tertentu.
Konsep nasionalisme bertuhan Jeremy Menchik, meskipun menarik, memiliki kelemahan signifikan dalam menjelaskan hubungan agama dan negara di Indonesia, terutama terkait kekerasan terhadap Ahmadiyah.Kritik utama adalah fokusnya yang berlebihan pada data makro dan kegagalannya untuk sepenuhnya mengintegrasikan diskursus sekularisme, sehingga menyederhanakan dinamika kompleks antara religiusitas dan tata kelola negara.Analisis lebih lanjut melalui lensa sekularisme dan penolakan terhadap pemikiran biner menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dan mengakomodasi pluralisme agama untuk memahami interaksi agama dan negara di Indonesia.
Penelitian lanjutan dapat secara mendalam mengkaji pengalaman sehari-hari komunitas Ahmadiyah di tingkat mikro, khususnya di daerah-daerah yang menunjukkan variasi respons dari pemerintah daerah atau organisasi keagamaan arus utama. Hal ini untuk memahami bagaimana mereka menavigasi, beradaptasi, dan membangun ketahanan terhadap narasi nasionalisme bertuhan atau intoleransi produktif yang dituduhkan, melampaui sekadar respons defensif. Misalnya, studi komparatif dapat menelisik faktor-faktor spesifik (baik politik, sosial, ekonomi, maupun budaya lokal) yang mempengaruhi keputusan gubernur Yogyakarta untuk tidak melarang Ahmadiyah, dibandingkan dengan kebijakan di Jawa Barat atau Jawa Timur. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengungkap dinamika lokal yang membentuk sikap toleransi atau intoleransi, menunjukkan bahwa konsep nasionalisme bertuhan mungkin tidak berlaku secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Lebih jauh, penting untuk menggali bagaimana nilai-nilai kebangsaan Indonesia, seperti Pancasila, yang secara historis merupakan hasil negosiasi kompleks antara kelompok nasionalis dan religius, dapat diinterpretasikan ulang atau dikembangkan untuk menciptakan kerangka hubungan agama dan negara yang lebih inklusif. Pendekatan ini diharapkan dapat melampaui dikotomi biner antara sekularisme dan teokrasi, mencari model rekonsiliasi yang melindungi hak-hak kebebasan beragama minoritas tanpa mengikis identitas religius mayoritas. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang kompleksitas interaksi agama dan negara di Indonesia.
- Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/ind.2017.0015Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 ind 2017 0015
- Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy Menchik’s Godly... ejournal.uinbukittinggi.ac.id/fuaduna/article/view/8011Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly ejournal uinbukittinggi ac fuaduna article view 8011
| File size | 346.04 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Oleh karena itu, membaca Islamisasi ilmu pengetahuan dalam konteks integrasi-interkoneksi keilmuan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran di kalanganOleh karena itu, membaca Islamisasi ilmu pengetahuan dalam konteks integrasi-interkoneksi keilmuan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran di kalangan
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Warisan Tuanku Imam Bonjol dan gerakan Padri dalam sejarah Minangkabau sangat besar. Mereka meninggalkan jejak perjuangan yang menginspirasi generasi-generasiWarisan Tuanku Imam Bonjol dan gerakan Padri dalam sejarah Minangkabau sangat besar. Mereka meninggalkan jejak perjuangan yang menginspirasi generasi-generasi
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Melalui studi literatur, tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan tentang ayat-ayat kerusakan lingkungan alam dan solusiMelalui studi literatur, tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan tentang ayat-ayat kerusakan lingkungan alam dan solusi
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Kajian ini penting mengingat dai nagari merupakan program khusus pemerintah daerah yang hanya ada di Sumatera Barat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif,Kajian ini penting mengingat dai nagari merupakan program khusus pemerintah daerah yang hanya ada di Sumatera Barat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif,
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Sumber utama studi artikel ini adalah karya-karya Mulla Shadra dan Suhrawardi, yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan filosofis. Artikel iniSumber utama studi artikel ini adalah karya-karya Mulla Shadra dan Suhrawardi, yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan filosofis. Artikel ini
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Perspektif pluralistik dan kemanusiaannya memainkan peran penting dalam membela hak-hak warga negara Tionghoa di Indonesia. Pada akhirnya, penelitian iniPerspektif pluralistik dan kemanusiaannya memainkan peran penting dalam membela hak-hak warga negara Tionghoa di Indonesia. Pada akhirnya, penelitian ini
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif, makalah ini bertujuan untuk menunjukkan evolusi historis hukum Islam, dengan menyoroti sifatnya yang rasional,Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif, makalah ini bertujuan untuk menunjukkan evolusi historis hukum Islam, dengan menyoroti sifatnya yang rasional,
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa peran ekonomi dan sosial yang berubah pada perempuan Minangkabau secara signifikan memengaruhi dinamikaSecara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa peran ekonomi dan sosial yang berubah pada perempuan Minangkabau secara signifikan memengaruhi dinamika
Useful /
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI National and state awareness (which refers to Hifz al-Nafs, Hifz al-Nasl, and Hifz al-Mal) is fostered through counseling and scouting activities, withNational and state awareness (which refers to Hifz al-Nafs, Hifz al-Nasl, and Hifz al-Mal) is fostered through counseling and scouting activities, with
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dan pendekatan Tafsir Adabi Ijtimai, artikel ini menempatkan Khatam Al-QuranDengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dan pendekatan Tafsir Adabi Ijtimai, artikel ini menempatkan Khatam Al-Quran
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Dengan menggunakan analisis resepsi kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk mengklasifikasikan interpretasiDengan menggunakan analisis resepsi kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk mengklasifikasikan interpretasi
UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman), yang ditulis oleh Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim, dibuat selama masa dakwahnya di Desa Muara Jernih antaraSebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman), yang ditulis oleh Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim, dibuat selama masa dakwahnya di Desa Muara Jernih antara