INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

BASICABASICA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tari dalam meningkatkan sikap toleransi pada siswa MI/SD. Objek penelitian melibatkan 60 siswa dari dua sekolah, yaitu MI Maarif Sabilul Muttaqin dan MI Kanzul Huda Ponorogo. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan survei sebelum serta setelah keterlibatan dalam kegiatan tari. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan dalam tari, seperti pengenalan tari tradisional dan kontemporer, kolaborasi kelompok, serta pertunjukan multikultural, efektif dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Mereka menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan budaya, meningkatkan kerja sama, empati, dan kemampuan menyelesaikan konflik. Tantangan yang muncul meliputi perbedaan pemahaman siswa mengenai keragaman dan keterbatasan waktu kurikulum. Kesimpulannya, tari terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi pada siswa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tari memiliki peran penting dalam meningkatkan toleransi pada siswa sekolah dasar.Melalui kegiatan tari, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan artistik tetapi juga mengembangkan nilai-nilai sosial seperti empati, kerja sama, dan penghargaan terhadap keragaman budaya.Proses pembelajaran tari yang melibatkan interaksi, kolaborasi, dan refleksi terbukti efektif dalam membantu siswa memahami dan menerima perbedaan dalam konteks budaya maupun pribadi.

Pertama, perlu dikembangkan model pembelajaran tari berbasis nilai toleransi yang terstruktur dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan karakter, agar nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan secara konsisten dan sistematis. Kedua, penelitian lanjutan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang kegiatan tari terhadap sikap sosial siswa di luar lingkungan sekolah, seperti dalam interaksi keluarga dan komunitas lokal, untuk memahami luasnya pengaruh pembelajaran ini. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif tentang efektivitas berbagai metode pengajaran tari—seperti pendekatan reflektif, kolaboratif, atau berbasis proyek—dalam membentuk sikap toleransi di berbagai konteks sosial dan budaya sekolah, sehingga dapat dirancang strategi yang lebih adaptif dan inklusif. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat saling melengkapi untuk menciptakan kerangka pembelajaran seni yang tidak hanya mengembangkan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter siswa dalam masyarakat yang beragam. Dengan pendekatan yang lebih mendalam dan berkelanjutan, pendidikan seni dapat menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang toleran dan saling menghargai.

  1. Arts And Culture in Developing Attitudes of Tolerance: A Case Study of Dance Education in Elementary... doi.org/10.37680/basica.v4i2.6349Arts And Culture in Developing Attitudes of Tolerance A Case Study of Dance Education in Elementary doi 10 37680 basica v4i2 6349
  2. The Meaning of Bandopati Losari Mask dance as a Symbol of Cultural Expression | Formosa Journal of Multidisciplinary... doi.org/10.55927/fjmr.v2i7.4678The Meaning of Bandopati Losari Mask dance as a Symbol of Cultural Expression Formosa Journal of Multidisciplinary doi 10 55927 fjmr v2i7 4678
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/11494-000APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 11494 000
  4. Character Building through Learning Traditional Dance "Tari Piring": An Analysis of Relationship... atlantis-press.com/proceedings/icla-17/25888963Character Building through Learning Traditional Dance Tari Piring An Analysis of Relationship atlantis press proceedings icla 17 25888963
Read online
File size414.07 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test