SAINTISPUBSAINTISPUB
Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyArtikel ini mengeksplorasi peran strategis guru mata pelajaran non‑agama dalam mempromosikan nilai‑nilai moderasi beragama di SMPN 1 Rengasdengklok, sebuah sekolah dengan siswa dari latar belakang agama dan budaya yang beragam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menyelidiki bagaimana guru‑guru tersebut mengintegrasikan nilai inti moderasi—komitmen nasional, toleransi, anti‑kekerasan, dan penerimaan budaya lokal—ke dalam pembelajaran mata pelajaran umum. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa guru mata pelajaran non‑agama berhasil membangun lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis melalui pendekatan kontekstual, pembelajaran kolaboratif, dan integrasi nilai lokal serta nasional. Akibatnya, siswa menunjukkan peningkatan toleransi, rasa nasionalisme yang lebih kuat, dan kemampuan berpikir dialogis yang lebih baik. Namun, tantangan tetap ada, seperti intoleransi siswa, pengaruh media sosial, dan dukungan keluarga yang terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas, bersama dengan peningkatan literasi digital serta pembelajaran berbasis pengalaman, menjadi esensial untuk mempertahankan praktik moderasi beragama. Studi ini menegaskan peran krusial guru non‑agama sebagai agen moderasi dalam membentuk karakter siswa yang inklusif, damai, dan patriotik.
Guru non‑agama di SMPN 1 Rengasdengklok memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama melalui pendekatan edukatif, kontekstual, dan inklusif yang mengintegrasikan komitmen nasional, toleransi, anti‑kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal.Strategi seperti pembelajaran reflektif, praktik spiritual inklusif, proyek kolaboratif lintas identitas, dan pemanfaatan seni tradisional berhasil meningkatkan sikap siswa berupa toleransi yang lebih tinggi, inklusivitas, rasa kebangsaan, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai.Meskipun demikian, tantangan berupa sikap intoleran siswa, pengaruh media sosial, dukungan keluarga yang terbatas, dan pemahaman yang masih bersifat teoritis menuntut peningkatan literasi digital, pengembangan model pembelajaran berbasis pengalaman, serta kolaborasi yang lebih intens antara sekolah, keluarga, dan komunitas.
Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana program literasi digital bagi guru dan siswa berkontribusi pada peningkatan nilai moderasi beragama di sekolah multikultural, dengan mengukur perubahan sikap toleransi dan kemampuan kritis terhadap konten online. Selanjutnya, perlu dikaji model pembelajaran berbasis pengalaman yang menggabungkan seni budaya lokal—seperti wayang golek atau seren taun—dengan nilai‑nilai moderasi, untuk menilai dampaknya terhadap pemahaman konseptual dan perilaku siswa dalam konteks sehari‑hari. Selain itu, studi dapat meneliti efektivitas kerangka kerja kemitraan terstruktur antara sekolah, keluarga, dan komunitas dalam mempertahankan praktik moderasi beragama, khususnya melalui mekanisme komunikasi reguler, kegiatan bersama, dan dukungan emosional, serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat keberlangsungan upaya tersebut. Ketiga agenda penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang dapat memperkaya kebijakan pendidikan nasional dalam menciptakan generasi yang lebih toleran, patriotik, dan damai. Dengan pendekatan yang holistik, hasilnya dapat menjadi pedoman bagi praktisi pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi, kearifan lokal, dan kolaborasi sosial secara berkelanjutan.
- Educating a Moderate Generation: The Role of Non-Religious Teachers in Instilling the Values of Religious... doi.org/10.33122/ejeset.v6i2.710Educating a Moderate Generation The Role of Non Religious Teachers in Instilling the Values of Religious doi 10 33122 ejeset v6i2 710
- Model of Religious Moderation in Universities: Alternative Solution to Liberal, Literal and Radical Islam... e-journal.uingusdur.ac.id/index.php/edukasiaislamika/article/view/5218Model of Religious Moderation in Universities Alternative Solution to Liberal Literal and Radical Islam e journal uingusdur ac index php edukasiaislamika article view 5218
| File size | 471.82 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannya pada siswa SDN Asemrowo II/63Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannya pada siswa SDN Asemrowo II/63
STAINHSTAINH Dalam ekonomi Islam, motivasi juga penting dalam mendapatkan dorongan untuk mendorong kinerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanaDalam ekonomi Islam, motivasi juga penting dalam mendapatkan dorongan untuk mendorong kinerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
IKMEDIAIKMEDIA Film Pulang dipublikasikan melalui laman akun youtube Kereta Api Kita, milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bertepatan saat beberapa hari sebelum arusFilm Pulang dipublikasikan melalui laman akun youtube Kereta Api Kita, milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bertepatan saat beberapa hari sebelum arus
IKMEDIAIKMEDIA Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahun 1957 sebagai awal mula masuknya sukuTeknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pada tahun 1957 sebagai awal mula masuknya suku
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tenun khas wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, meliputi: (1) sejarah keberadaan tenun Bima, dan (2) bentukPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tenun khas wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, meliputi: (1) sejarah keberadaan tenun Bima, dan (2) bentuk
IKMEDIAIKMEDIA Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa analisis isi buku yang diteliti dibandingkan dengan buku sumber.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa analisis isi buku yang diteliti dibandingkan dengan buku sumber.
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan denganMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan identifikasi pasien di Klinik Laras Hati belum berjalan dengan
STAIHWDURISTAIHWDURI Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan kajian pustaka sebagai sumber data utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempunyaiJenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan kajian pustaka sebagai sumber data utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempunyai
Useful /
UKSWUKSW Metode pendekatan model fixed effect dan estimator System-GMM digunakan dalam studi ini, dengan sampel data panel dari 19 negara anggota G20 selama periodeMetode pendekatan model fixed effect dan estimator System-GMM digunakan dalam studi ini, dengan sampel data panel dari 19 negara anggota G20 selama periode
UKSWUKSW Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling untuk menganalisis data survei yang dikumpulkan dari milenial Indonesia.Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling untuk menganalisis data survei yang dikumpulkan dari milenial Indonesia.
UKSWUKSW Temuan ini menyoroti pentingnya inovasi hijau, khususnya bagi perusahaan dengan tanggung jawab sosial yang berkembang. Penelitian ini memberikan wawasanTemuan ini menyoroti pentingnya inovasi hijau, khususnya bagi perusahaan dengan tanggung jawab sosial yang berkembang. Penelitian ini memberikan wawasan
IKMEDIAIKMEDIA Masalah penanganan sampah di Kabupaten Jepara menjadi masalah yang krusial walaupun kinerja pemerintah dalam menangani masalah persampahan tersebut selaluMasalah penanganan sampah di Kabupaten Jepara menjadi masalah yang krusial walaupun kinerja pemerintah dalam menangani masalah persampahan tersebut selalu