SAINTISPUBSAINTISPUB

Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and Technology

Masjid Bakrie merupakan kawasan wisata religi dengan potensi strategis dalam membentuk identitas kota. Penelitian ini membahas konsep aksentuasi dan eskalasi dalam pengembangan area masjid sebagai upaya memperkuat daya tarik, fungsi sosial, dan citra kota. Aksentuasi dipahami sebagai penegasan karakter visual, arsitektural, dan naratif area, sedangkan eskalasi merujuk pada peningkatan kapasitas, fasilitas, dan diversifikasi kegiatan wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter visual serta merumuskan pedoman desain yang menyelaraskan koridor publik dengan kebesaran masjid. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan strategi studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur serta pencatatan visual elemen jalan dalam radius 500 meter. Hasil menunjukkan bahwa penerapan konsep tersebut berkontribusi signifikan dalam menciptakan ekosistem wisata berkelanjutan dan memposisikan Masjid Bakrie sebagai ikon representatif kota. Analisis mengungkap disparitas visual antara landmark dan elemen mikro‑jalan, yang memerlukan strategi “Harmonisasi Visual. Artikel ini memberikan perspektif konseptual yang dapat dimanfaatkan dalam strategi pengembangan kawasan wisata religi lainnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi pada skala mikro elemen jalan merupakan strategi paling efektif, aplikatif, dan berpengaruh langsung dalam memperkuat identitas Kota Kisaran.Dengan menjadikan setiap elemen jalan sebagai perpanjangan identitas visual masjid dan budaya Melayu, strategi Harmonisasi Visual berhasil menjembatani kesenjangan antara arsitektur landmark megah dan kualitas ruang publik di sekitarnya.Intervensi desain yang diusulkan, seperti furnitur jalan yang meniru siluet menara dan pola paving yang mencerminkan motif Melayu, mengubah elemen generik menjadi “duta visual wilayah.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penerapan strategi Harmonisasi Visual memengaruhi rasa tempat (sense of place) dan interaksi sosial masyarakat di sekitar koridor masjid, dengan menggunakan metode survei partisipatif dan observasi etnografis. Selanjutnya, studi ekonometrik dapat mengevaluasi dampak intervensi skala mikro pada pendapatan pariwisata dan keberlangsungan usaha lokal, sehingga dapat memberikan data kuantitatif tentang manfaat ekonomi jangka panjang. Terakhir, penelitian kolaboratif yang melibatkan warga lokal dalam proses perancangan elemen jalan dapat mengidentifikasi pendekatan desain yang lebih berkelanjutan dan diterima secara budaya, misalnya dengan menguji prototipe furnitur jalan berbasis motif Melayu dalam konteks penggunaan sehari-hari.

Read online
File size591.13 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test