SAINTISPUBSAINTISPUB
Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyDi era globalisasi dan Revolusi Industri Keempat, pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi menuju pendekatan yang berpusat pada peserta didik, yang menyenangkan, bermakna, dan reflektif. Fun-Based Learning (FBL) adalah strategi yang mendukung implementasi pembelajaran mendalam (deep learning), khususnya dalam pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif guru-guru IPS di Kota Bandung mengenai penerapan FBL sebagai strategi pembelajaran mendalam. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 30 guru IPS sebagai responden melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum sepenuhnya memahami bahwa FBL dapat secara efektif mendukung pembelajaran mendalam. Namun, mereka yang telah menerapkan FBL mengakui bahwa pendekatan ini meningkatkan keterlibatan emosional siswa, motivasi, dan pemahaman mendalam terhadap materi IPS. Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivis dan humanistik yang menekankan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan reflektif. Sebagai kesimpulan, FBL adalah strategi yang relevan dan efektif untuk memperkuat pembelajaran mendalam dalam pendidikan IPS saat ini, namun pemahaman dan pelatihan guru yang lebih baik diperlukan untuk implementasi optimal sesuai dengan Kurikulum Merdeka dan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Berdasarkan penelitian, Fun-Based Learning (FBL) berperan penting dalam mendukung pembelajaran mendalam di pendidikan abad ke-21, terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa meskipun sebagian besar guru belum sepenuhnya memahami potensinya.FBL mampu mengaktualisasikan tiga pilar utama pembelajaran mendalam Kurikulum Merdeka, yaitu joyful, meaningful, dan mindful learning, yang menjadikan pembelajaran IPS lebih relevan dan reflektif.Untuk itu, peningkatan kapasitas guru IPS melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta dukungan kebijakan dan sumber daya yang memadai sangat krusial guna optimalisasi FBL demi menghasilkan lulusan dengan kompetensi abad ke-21 yang komprehensif.
Melihat potensi besar Fun-Based Learning (FBL) dan tantangan yang dihadapi guru, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, bagaimana jika kita meneliti secara lebih mendalam tentang jenis-jenis kegiatan FBL tertentu, seperti simulasi berbasis peran atau proyek kolaboratif digital, dan hubungannya dengan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan refleksi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)? Studi semacam ini bisa membantu mengidentifikasi praktik FBL mana yang paling efektif untuk mengembangkan aspek-aspek pembelajaran mendalam yang lebih tinggi, bukan hanya motivasi awal. Kedua, penting untuk memahami dampak jangka panjang dari program pelatihan guru yang berkesinambungan dan terstruktur mengenai FBL. Bagaimana pelatihan ini memengaruhi bukan hanya pemahaman awal guru, tetapi juga kepercayaan diri mereka dalam mengintegrasikan FBL secara konsisten, kemampuan mereka dalam mengelola kelas yang dinamis, serta perubahan nyata dalam capaian pembelajaran mendalam siswa dari waktu ke waktu? Penelitian longitudinal dengan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif) dapat memberikan wawasan berharga. Ketiga, mengingat adanya kendala dalam penilaian, perlu dikembangkan dan diuji coba kerangka penilaian otentik yang spesifik. Bagaimana metode penilaian yang inovatif, seperti portofolio digital berbasis proyek atau rubrik observasi untuk partisipasi dalam permainan edukasi, dapat secara akurat mengukur aspek-aspek kompleks dari pembelajaran mendalam seperti kesadaran sosial, empati, atau kemampuan pengambilan keputusan etis, yang seringkali sulit diukur dengan metode tradisional dalam konteks FBL pada mata pelajaran IPS? Penelitian ini akan sangat membantu guru dalam mengevaluasi efektivitas FBL secara lebih komprehensif.
| File size | 330.15 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNZAHUNZAH Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan, pelatihan intensif bagi guru, dan pengembangan media pembelajaran yangOleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan, pelatihan intensif bagi guru, dan pengembangan media pembelajaran yang
UNZAHUNZAH Kedua, pelaksanakan supervisi akademik supervisor menggunakan teknik individu maupun kelompok serta menggunakan pendekatan langsung dan tidak langsung.Kedua, pelaksanakan supervisi akademik supervisor menggunakan teknik individu maupun kelompok serta menggunakan pendekatan langsung dan tidak langsung.
ASIAASIA Kelompok tani beralih dari penerima pasif menjadi peserta aktif dengan memperbarui dan memverifikasi data anggota dalam sistem e-RDKK. Program KKN secaraKelompok tani beralih dari penerima pasif menjadi peserta aktif dengan memperbarui dan memverifikasi data anggota dalam sistem e-RDKK. Program KKN secara
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Dengan demikian, flipped learning berbasis PPR dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadiDengan demikian, flipped learning berbasis PPR dapat menjadi salah satu inovasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi
IJBLEIJBLE Studi ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas 12 program desain busana terhadap konsep desain dan kemampuan mereka dalam membuat papanStudi ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas 12 program desain busana terhadap konsep desain dan kemampuan mereka dalam membuat papan
SAINTISPUBSAINTISPUB Implementasi HOTS dan pendekatan 4C berhasil dilakukan, didukung oleh pelatihan guru dan kolaborasi seluruh elemen madrasah, sehingga meningkatkan kualitasImplementasi HOTS dan pendekatan 4C berhasil dilakukan, didukung oleh pelatihan guru dan kolaborasi seluruh elemen madrasah, sehingga meningkatkan kualitas
SAINTISPUBSAINTISPUB Studi ini menegaskan peran krusial guru non‑agama sebagai agen moderasi dalam membentuk karakter siswa yang inklusif, damai, dan patriotik. Guru non‑agamaStudi ini menegaskan peran krusial guru non‑agama sebagai agen moderasi dalam membentuk karakter siswa yang inklusif, damai, dan patriotik. Guru non‑agama
UNPAMUNPAM Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi algoritma mana yang lebih efektif dan akurat dalam mengklasifikasikan karyawan berdasarkan fitur-fitur tertentu.Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi algoritma mana yang lebih efektif dan akurat dalam mengklasifikasikan karyawan berdasarkan fitur-fitur tertentu.
Useful /
HAMZANWADIHAMZANWADI Penelitian ini menyoroti kesenjangan antara kefasihan prosedural dan penalaran strategis di berbagai tingkat prestasi, menekankan kebutuhan pendekatanPenelitian ini menyoroti kesenjangan antara kefasihan prosedural dan penalaran strategis di berbagai tingkat prestasi, menekankan kebutuhan pendekatan
HAMZANWADIHAMZANWADI Penelitian yang muncul juga mengidentifikasi faktor etnis dan literasi lingkungan sebagai mediator potensial dalam hubungan ini. Temuan ini menunjukkanPenelitian yang muncul juga mengidentifikasi faktor etnis dan literasi lingkungan sebagai mediator potensial dalam hubungan ini. Temuan ini menunjukkan
HAMZANWADIHAMZANWADI Studi ini menyelidiki hubungan antara kemampuan teknologi dan penggunaan sumber daya online di antara 31 instruktur matematika di institusi pendidikanStudi ini menyelidiki hubungan antara kemampuan teknologi dan penggunaan sumber daya online di antara 31 instruktur matematika di institusi pendidikan
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Cara kerjanya dimulai dengan dihirup dan menuju ke rangsangan pada otak, sehingga memicu pelepasan neurotransmiter yang dapat meningkatkan relaksasi. TujuanCara kerjanya dimulai dengan dihirup dan menuju ke rangsangan pada otak, sehingga memicu pelepasan neurotransmiter yang dapat meningkatkan relaksasi. Tujuan