CHEMOPREVCHEMOPREV

Indonesian Journal of Cancer ChemopreventionIndonesian Journal of Cancer Chemoprevention

Tanaman obat yang mengandung multi-komponen memiliki potensi untuk multi-target gen, multi-jalur, dan berbagai efek pada penyakit yang beragam. Dengan semakin maju nya teknologi, pemahaman tentang interaksi kompleks antara multi-komponen zat dan sistem biologis menjadi semakin penting. Dalam konteks ini, penelitian eksperimental konvensional mungkin memiliki keterbatasan karena biasanya hanya fokus pada dampak satu komponen terhadap satu gen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa dalam ekstrak kulit Lansium parasiticum dan menjelaskan mekanisme molekuler senyawa tersebut dalam menghambat progresi sel kanker payudara menggunakan pendekatan farmakologi jaringan. Identifikasi senyawa dalam ekstrak kulit Lansium parasiticum (LPBE) telah dilakukan menggunakan teknik Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrophotometry (LC-MS/MS). Prediksi ADMET digunakan untuk menentukan profil penyerapan dan bioavailabilitas. Pendekatan farmakologi jaringan yang menggunakan Cytoscape 3.9.1, GeneCards, Disgenet, STRING 2.0.0, SRplot, dan Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG) digunakan untuk memprediksi mekanisme anti-kanker molekul senyawa tersebut. Tujuh belas senyawa aktif telah berhasil diidentifikasi melalui LC-MS/MS. Di antara senyawa tersebut, Moronic Acid, 4-Morpholineacetic Acid, dan Ursolic Aldehyde ditemukan dalam konsentrasi tertinggi. Hasil analisis farmakologi jaringan menunjukkan bahwa senyawa dalam LPBE terlibat dalam tiga jalur potensial untuk pengobatan kanker payudara: jalur sinyal NF-κß (hsa 04064), microRNA dalam kanker (hsa05206), dan apoptosis (hsa04210). Gen target yang terlibat dalam jalur ini termasuk BAX, BCL2, TNF-α, PARP1, STAT3, NOTCH1, dan NF-κß1. Dapat disimpulkan bahwa LPBE mengandung senyawa dengan potensi untuk mengobati kanker payudara, karena mereka diprediksi berinteraksi dengan jalur dan gen target yang relevan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut sangat direkomendasikan, terutama dalam pengembangan obat kanker payudara.

Menggunakan metode LC-MS/MS, 17 senyawa aktif berhasil diidentifikasi dalam ekstrak kulit Lansium parasiticum (LPBE).Moronic Acid, 4-Morpholineacetic Acid, dan Ursolic Aldehyde muncul sebagai senyawa dengan konsentrasi dominan.Dari analisis farmakologi berbasis jaringan, terindikasi bahwa komponen LPBE terlibat dalam tiga jalur signifikan dalam kanker payudara, yaitu jalur sinyal NF-κß (hsa 04064), microRNA dalam kanker (hsa05206), dan apoptosis (hsa04210).Dalam jalur-jalur ini, gen-gen seperti BAX, BCL2, TNF-α, PARP1, STAT3, NOTCH1, dan NFKB1 diidentifikasi sebagai target potensial.Berdasarkan hasil ini, penelitian mendalam tentang LPBE dianggap penting, terutama dalam konteks pengembangan terapi kanker payudara.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut interaksi antara senyawa aktif dalam LPBE dengan target gen yang telah diidentifikasi, untuk memahami mekanisme molekuler yang mendasari potensi anti-kanker dari ekstrak tersebut. 2. Melakukan penelitian klinis untuk menguji efektivitas dan keamanan LPBE dalam pengobatan kanker payudara, dengan mempertimbangkan potensi efek samping dan interaksi dengan obat-obatan lain. 3. Mengembangkan formulasi obat yang mengandung senyawa aktif LPBE, dengan mempertimbangkan bioavailabilitas dan penyerapan senyawa tersebut dalam tubuh manusia. Penelitian ini dapat membantu memajukan pengembangan obat kanker payudara yang lebih efektif dan aman, serta memberikan wawasan baru tentang potensi pengobatan alami.

Read online
File size1.12 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test