PIRAMIDAAKADEMIPIRAMIDAAKADEMI

Literal: Disability Studies JournalLiteral: Disability Studies Journal

Pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan harus dikelola dengan baik agar kualitas peserta didik meningkat. Salah satu faktor penentu dan penunjangnya adalah Guru. Peran guru di sekolah dasar sangat dibutuhkan karena siswa sekolah dasar masih membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar dalam proses pembelajarannya, terutama pada siswa berkebutuhan khusus yang ada di sekolah dasar inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Pendidikan inklusi serta aktivitas dukungan sekolah dan guru kepada siswa ABK dalam layanan Pendidikan inklusi dan hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini dilakukan pada tiga sekolah dasar negeri di Kabupaten Garut. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui Teknik analisis deskriptif dengan kajian studi kasus menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tunagrahita membutuhkan layanan pendidikan yang khusus supaya dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Kurikulum dan proses pembelajaran perlu dirancang khusus supaya sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendidikan inklusif merupakan suatu strategi dalam pendidikan dimana semua siswa ABK bisa mendapat layanan pendidikan yang sama di sekolah reguler, Faktor penghambat dalam implementasi ini adalah kurang tersedianya guru yang memiliki kompetensi untuk menangani anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar khususnya tunagrahita, kurang tersedianya sarana dan prasarana, koordinasi dan komunikasi yang mendukung pelaksanaan sekolah inklusi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa tunagrahita membutuhkan layanan pendidikan yang sesuai dan terstuktur supaya dapat mengembangkan potensinya secara optimal.Kurikulum dan proses pembelajaran perlu dirancang khusus supaya sesuai dengan kebutuhan dan hambatan yang mereka miliki.Pendidikan inklusif adalah suatu strategi pembelajaran yang dapat memberikan layanan pendidikan sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas.Faktor penunjang dan penentunya adalah pada kualitas sumber daya manusia, ketersedian teknologi, serta partisipasi pihak-pihak terkait.Pada proses implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar masih mengalami sejumlah kendala mendasar diantaranya adalah persoalan kebijakan yang belum kokoh, sikap, komitmen, pengetahuan dan kompetensi, kurikulum pembelajaran, sarana dan prasarana, keterlibatan orang tua, dan model sistem pelaksanaan inklusif dalam melaksanakan program inklusif di jenjang sekolah dasar.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan temuan penelitian ini meliputi: (1) penelitian tentang pengembangan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran inklusif secara lebih efektif, khususnya untuk siswa tunagrahita, dengan mempertimbangkan pelatihan khusus dan penggunaan teknologi pendidikan; (2) studi lebih lanjut mengenai peran serta partisipasi orang tua dalam pendidikan inklusif, termasuk bagaimana meningkatkan kesadaran dan keterlibatan mereka dalam proses belajar-mengajar anak berkebutuhan khusus; (3) penelitian tentang perancangan kurikulum inklusif yang lebih adaptif dan fleksibel, yang mampu memenuhi kebutuhan beragam siswa, termasuk siswa tunagrahita, dengan mempertimbangkan pendekatan berbasis kompetensi dan pengayaan. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan inklusif dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa berkebutuhan khusus.

Read online
File size748.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test