IDID

JAMSIJAMSI

Lingkungan sekolah memiliki risiko transmisi penyakit menular yang tinggi akibat intensitas interaksi antar siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMAN 11 Pandeglang mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan Pendidikan Biologi. Masalah utama yang ditemukan di lokasi mitra adalah rendahnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun secara benar, meskipun fasilitas sanitasi telah tersedia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi interaktif mengenai mekanisme penularan kuman dan demonstrasi praktik cuci tangan enam langkah standar WHO. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep higiene dan kemampuan motorik siswa dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Berdasarkan evaluasi, sebanyak 32 dari 35 siswa mampu mempraktikkan seluruh tahapan cuci tangan dengan tepat secara mandiri. Dampak dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran preventif siswa untuk memutus rantai penularan patogen di lingkungan sekolah. Kesimpulannya, metode edukasi demonstratif efektif dalam membentuk perilaku hidup sehat siswa sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui integrasi kegiatan unit kesehatan sekolah.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 11 Pandeglang telah terlaksana dengan efektif.Melalui metode ceramah interaktif dan demonstrasi langsung, siswa berhasil meningkatkan pemahaman mereka mengenai bahaya penyakit menular dan cara pencegahannya secara biologis.Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan sekitar 90% dari 35 siswa yang mengikuti demontrasi edukasi dalam memeragakan 6 langkah cuci tangan standar WHO dengan benar.Program ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya sehat di lingkungan sekolah guna mendukung terciptanya generasi pembelajar yang kuat dan produktif.

1. Mengembangkan program edukasi PHBS yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan kegiatan unit kesehatan sekolah, sehingga dapat membentuk budaya sehat yang permanen di lingkungan sekolah. 2. Memasang media informasi visual, seperti poster langkah-langkah cuci tangan WHO, di setiap titik wastafel sebagai pengingat konstan bagi siswa. 3. Melakukan penelitian lanjutan mengenai efektivitas metode demonstrasi interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap perilaku hidup sehat siswa.

Read online
File size326.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test