UNMUNM

Jurnal Psikologi Pendidikan dan KonselingJurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola asuh orang tua dalam membentuk karakter religius anak serta menguji perbedaan tingkat karakter religius siswa berdasarkan pola asuh di SMP Negeri 9 Palu. Kajian ini berangkat dari fenomena bahwa perkembangan karakter religius siswa masih bervariasi, sementara setiap keluarga menerapkan pola asuh berbeda yang dapat memengaruhi pembiasaan nilai keagamaan. Pada masa remaja awal, dinamika pergaulan dan pengaruh teknologi juga menuntut peran orang tua dalam memberikan bimbingan yang konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen utama, didukung observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis merupakan gaya yang paling dominan, sementara karakter religius siswa umumnya berada pada kategori baik. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh yang menekankan komunikasi, keteladanan, dan pengawasan berperan penting dalam membentuk karakter religius anak.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis merupakan pendekatan paling efektif dalam membentuk karakter religius siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang dibesarkan dengan pola asuh demokratis cenderung memiliki tingkat karakter religius yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter atau permisif.Hal ini mengindikasikan pentingnya komunikasi, keteladanan, dan pengawasan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran media sosial dan teknologi dalam membentuk karakter religius remaja, mengingat pengaruhnya yang semakin signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi bagi orang tua untuk meningkatkan keterampilan pola asuh demokratis, sehingga dapat membantu mereka dalam membentuk karakter religius anak secara lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembentukan karakter religius, misalnya melalui pengembangan program mentoring sebaya atau kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada nilai-nilai keagamaan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai tersebut pada diri siswa.

  1. Pembelajaran Teorema Limit Pusat Melalui Simulasi | Absis: Mathematics Education Journal. pembelajaran... doi.org/10.32585/absis.v4i2.2520Pembelajaran Teorema Limit Pusat Melalui Simulasi Absis Mathematics Education Journal pembelajaran doi 10 32585 absis v4i2 2520
  2. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Peran Guru terhadap Pendidikan Karakter Religius Anak Usia Dini di TK... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/7033Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Peran Guru terhadap Pendidikan Karakter Religius Anak Usia Dini di TK obsesi index php obsesi article view 7033
  3. Pengaruh Pola Asuh yang Diberikan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Religius Anak | JIIP - Jurnal Ilmiah... doi.org/10.54371/jiip.v6i6.2150Pengaruh Pola Asuh yang Diberikan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Religius Anak JIIP Jurnal Ilmiah doi 10 54371 jiip v6i6 2150
Read online
File size331.17 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test