IAI SYARIFUDDINIAI SYARIFUDDIN

Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi IslamDakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam

Islamofobia yang ditulis oleh Karen Armstrong, John L. Esposito, Imam Abdul Malik Mujahid, dan rekan-rekannya (dipublikasikan oleh Mizan pada tahun 2018) menjelaskan bagaimana Islamofobia masih memengaruhi sejumlah kelompok, termasuk warga Barat (Amerika dan Eropa). Penyebabnya meliputi materialisasi fenomena terorisme, ISIS, dan Wahabisme yang dianggap radikal. Representasi tersebut dibangun oleh media massa. Definisi Islam dalam media Barat sangat berkaitan dengan distorsi makna, sentimen, dan stigma. Meskipun demikian, terdapat pula tulisan yang memberikan pembelaan objektif terhadap Islam.

Media Barat membentuk stereotip bahwa Muslim radikal, kekerasan, anti perdamaian, serta konservatif dan lemah secara militer, sementara Barat superior.Namun, dengan semakin terbukanya akses informasi, persepsi ini mulai tergerus.Penulis Barat kini mulai menghasilkan ulasan pembelaan terhadap Islam dengan argumen ilmiah yang objektif.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti cara Islamofobia muncul di media sosial Barat, seperti Twitter dan Facebook, dengan menggunakan analisis teks komputasional untuk membandingkannya dengan representasi di media massa tradisional. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan gambar Islam dalam media Barat dari tahun 2000 hingga 2025 dapat mengungkap pengaruh peristiwa besar seperti 9/11, kebangkitan ISIS, dan debat publik terhadap Wahabisme terhadap sentimen dan stigma yang terbentuk. Selanjutnya, penelitian kualitatif‑kuantitatif dapat mengeksplorasi bagaimana komunitas Muslim diaspora di negara‑negara Barat menerima, menafsirkan, dan menanggapi representasi media tersebut, serta dampaknya terhadap identitas dan proses integrasi sosial mereka. Metode survei besar‑skala yang dipadukan dengan wawancara mendalam akan memberikan gambaran holistik tentang persepsi publik dan pengalaman lived‑experience. Penelitian ini juga dapat memperluas cakupan geografis dengan memasukkan media dari berbagai negara Eropa dan Amerika Utara untuk menilai variasi kontekstual. Hasilnya diharapkan memberi dasar empiris bagi pembuat kebijakan media dan organisasi keagamaan dalam merancang strategi komunikasi yang lebih adil dan inklusif. Dengan demikian, tiga arah studi tersebut dapat melengkapi temuan artikel ini dan memperkaya pemahaman tentang dinamika Islamofobia di era digital.

Read online
File size496.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test