UPI YAIUPI YAI

IKRA-ITH ABDIMASIKRA-ITH ABDIMAS

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang berbasis pada pelajar, mahasiswa, dan santri, sebagai wadah pembinaan generasi penerus ulama dan penerus perjuangan bangsa. IPNU adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari generasi milenial (generasi Y) dan generasi Z. Organisasi ini menghadapi sejumlah permasalahan, salah satunya terkait etika berkomunikasi di media sosial oleh generasi muda IPNU Ciledug. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen-dosen Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur dengan judul Literasi Media Online pada Kalangan Remaja sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Etika Komunikasi di Media Sosial. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda IPNU Ciledug agar mampu menerapkan etika berkomunikasi di media online setelah memahami literasi media online sesuai program yang direncanakan dan target yang diharapkan. Target luaran dari kegiatan ini meliputi: (1) dokumentasi pelaksanaan berupa video kegiatan; (2) artikel di jurnal PKM; (3) peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota IPNU Ciledug dalam memahami etika berkomunikasi di media sosial. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan literasi media online, dan tahap evaluasi melalui kuesioner kepada peserta pelatihan untuk mengetahui respons terhadap kegiatan tersebut.

Generasi muda sebagai pengguna media sosial terbanyak dan paling aktif merupakan subjek sekaligus objek dari pelaku dan korban perundungan yang marak terjadi.Oleh karena itu, generasi muda perlu diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya etika berkomunikasi di media sosial melalui literasi media online.Literasi media online sangat penting untuk membekali generasi muda agar pemanfaatan media sosial dapat memberikan manfaat positif, bukan justru menjerumuskan ke tindakan pelanggaran hukum atau merugikan secara sosial.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan literasi media online terhadap perubahan perilaku berkomunikasi di media sosial pada remaja anggota organisasi keagamaan seperti IPNU, dengan membandingkan penggunaan media sosial sebelum dan sesudah pelatihan selama periode tertentu. Kedua, penting untuk mengembangkan modul literasi digital yang kontekstual berbasis nilai-nilai keagamaan dan lokal, untuk dikaji efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran etika digital dibandingkan modul umum. Ketiga, perlu dieksplorasi bagaimana peran orang tua dan pendidik dalam memperkuat literasi media online di lingkungan rumah dan sekolah, serta bagaimana strategi kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan organisasi remaja dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan bertanggung jawab bagi remaja. Studi-studi ini akan melengkapi temuan dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dan membuka arah baru dalam penguatan etika digital di kalangan remaja. Penelitian yang lebih dalam akan membantu merancang intervensi yang lebih berkelanjutan dan menyentuh akar permasalahan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Dengan pendekatan multidimensi, dampak positif dari literasi media dapat diperluas secara sistematis. Fokus pada konteks sosial dan budaya lokal juga memastikan relevansi dan penerimaan terhadap pesan etika digital. Integrasi nilai-nilai lokal dan agama dapat menjadi fondasi kuat dalam pembentukan karakter digital. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan menciptakan sinergi untuk lingkungan digital yang lebih sehat. Temuan dari penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi kebijakan literasi digital di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, pendekatan holistik akan memperkuat ketahanan digital generasi muda.

Read online
File size889.47 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test