UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu KeislamanAl-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman

Artikel ini mengkaji masalah yang diperdebatkan tentang keberadaan unsur-unsur asing dalam Al-Quran, dengan perhatian khusus pada kerangka interpretasi Ibn al-Jawzī dan al-Kirmānī. Perdebatan ini mewakili ketegangan intelektual yang terus-menerus antara klaim kemurnian linguistik dan proses historis kontak bahasa, menjadikannya situs penting untuk memahami konstruksi epistemologis bahasa Al-Quran. Sementara para sarjana klasik seperti al-Shāfiī dan Ibnu Fāris menekankan keArab mutlak Al-Quran, yang lain mengakui keberadaan unsur-unsur non-Arab yang telah mengalami proses Arabisasi (taʿrīb). Studi ini menempatkan dirinya dalam perdebatan ini dengan mengusulkan analisis hermeneutika komparatif untuk memetakan bagaimana kosakata asing dikonseptualisasikan, dikategorikan, dan dilegitimasi dalam tradisi tafsīr klasik. Menggunakan pendekatan berbasis perpustakaan kualitatif, penelitian ini menggunakan hermeneutika komparatif dan analisis struktural untuk memeriksa strategi interpretatif kedua sarjana dan untuk mengidentifikasi asumsi linguistik yang mendasarinya. Temuan ini menunjukkan bahwa baik Ibn al-Jawzī maupun al-Kirmānī mengakui keberadaan historis kosakata asal asing dalam Al-Quran tetapi menafsirkan kembali unsur-unsur tersebut melalui kerangka Arabisasi, sehingga melestarikan klaim doktrin ʿarabiyy mubīn. Namun, pendekatan mereka berbeda secara signifikan: Ibn al-Jawzī cenderung mengintegrasikan argumen linguistik, leksikografi, dan sejarah, sementara al-Kirmānī menekankan perbedaan klasifikasi dan semantik yang berakar pada konsep ʿajam.

Studi ini menunjukkan bahwa perdebatan tentang keberadaan kosakata asing dalam Al-Quran bukan hanya masalah linguistik tetapi mencerminkan negosiasi epistemologis yang lebih luas antara otoritas tekstual, identitas linguistik, dan konteks sejarah.Konsep Arabisasi berfungsi sebagai kerangka mediasi yang mendamaikan kontradiksi yang nyata antara kemurnian linguistik dan pluralitas historis.Studi ini berkontribusi pada studi Al-Quran dengan menawarkan model analitis terstruktur untuk memahami perdebatan linguistik klasik dan implikasinya terhadap hermeneutika kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis lebih luas tentang peran bahasa asing dalam teks-teks agama lainnya, seperti Alkitab atau kitab suci agama lain, untuk membandingkan pendekatan hermeneutik yang digunakan. Selain itu, penelitian dapat menggabungkan metode filologi modern dengan pendekatan tradisional untuk memahami bagaimana proses Arabisasi memengaruhi evolusi bahasa Arab dalam konteks sejarah. Terakhir, studi tentang pengaruh budaya dan interaksi antarbahasa dalam pembentukan teks-teks suci dapat dikembangkan lebih jauh dengan mempertimbangkan sumber-sumber arkeologis dan epigrafik yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

  1. Constructing Foreign Vocabulary in the Qurʾān: A Comparative Study of Ibn al-Jawzī and al-Kirmānī... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/al-banjari/article/view/17780Constructing Foreign Vocabulary in the QurAn A Comparative Study of Ibn al Jawz and al KirmAn jurnal uin antasari ac index php al banjari article view 17780
Read online
File size477.05 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test