UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Studi ini menjelaskan tentang perbedaan prespektif mengenai ke-Esaan Tuhan di tiga agama yaitu, Yaudi, Nasrani, Islam. Berdasarkan sejarah ketiga agama tersebut selain memiliki perbedaan mereka juga memiliki persamaan walaupun ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Persamaannya mengenai konsep yang sama yaitu didasarkan pada Unitarian monoteisme dalam ketuhanan Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan. Namun berdasarkan pemahaman tentu berbeda karena Yahudi lebih berbicara aturan hidup,al ini tergambar dalam sepuluh aturan Tuhan (ten Comandemen) sedangkan nasrani pertama kali berbicara tentang peran Tuhan, hal ini tergambar bahwa Tuhan bisa sebagai Pencipta (Tuhan Allah) berperan sebagai sang penyelamat, juga sebagai manusia biasa, memiliki kegiatan yang sama seperti manusia pada umumnya. sedangkan Islam berbicara tentang Ketauhidan hal ini tergambar dalam kitab suci umat Islam yaitu Al-Quran dalam Qs. Al-Ikhlas yang merupakan jantung bagi ketauhidan umat Islam.

Dari uraian sejarah dan uraian kitab yang singkat, dapat disimpulkan bahwa Tuhan satu tidak memberi ajaran akidah, syariah dan akhlak yang berbeda diantara Yahudi, Nasrani, Islam akan tetapi penegasan ketauhidan Allah dan penyempurnaan ajaran-Nya.Pemikiran bangsa yahudi sendirilah yang dalam sejarah tidak mengakui kerasulan dari nabi Isa dan nabi Muhammad.Juga pemikiran bangsa nasrani yang tidak mengakui kerasulan ajaran nabi Muhammad.Ketidaktaatan bangsa Yahudi dan Nasrani dilakukan dengan membuat penyimpangan kitab Taurat dan kitab Injil, yang tidak dapat dibuktikan keasliannya.Meskipun demikian tetap ditemukannya ajaran yang sama dengan Al-Quran sebagai kitab yang terakhir.Perang terus akan berkecambuk hingga akhir zaman.Karena seluruh kitab baik Taurat, Injil dan Al-Quran telah mengkabarkan peperangan ini.Namun demikian sebagai manusia yang beragama, kita wajib melakukan ikhtiar agar bangsa Yahudi, bangsa Nasrani, Islam hidup berdampingan dan tidak menumpahkan darah di tanah suci Yerussalem.

Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan konsep monoteisme dalam tiga agama untuk memahami perbedaan interpretasi teologis. Selain itu, penelitian dapat mengkaji dampak sejarah perjalanan nabi dan peristiwa historis terhadap pengembangan ajaran ketuhanan. Terakhir, penelitian juga dapat mengembangkan strategi dialog antar agama di Yerusalem untuk memperkuat kerukunan dan mengurangi konflik berdasarkan prinsip persamaan nilai keesaan Tuhan.

Read online
File size181.42 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test