DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

ini membahas keterkaitan antara perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan teologi kristen di era modern. di tengah kemajuan pesat teknologi, AI tidak hanya digunakan dalam bidang industri dan sosial, tetapi juga mulai memasuki wilayah spiritual dan eksistensial manusia, memunculkan pertanyaan apakah AI dapat menggantikan peran Tuhan sebagai sumber makna, kebenaran, dan cinta itu sendiri. Melalui pendekatan teologis dan perbandingan antara transhumanisme dan posthumanisme, paper ini menyoroti bahwa meskipun AI sangat canggih dalam memproses informasi, memberikan jawaban dengan cepat, ia tetap tidak memiliki kapasitas untuk mencintai, merasakan, atau menjalin hubungan sejati seperti antara manusia dengan sesame maupun dengan Tuhan. Relasi yang otentik, cinta agape, dan kesadaran spiritual hanya dapat terjadi dalam hubungan antarmanusia dan antara manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, AI seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman atau pengganti Tuhan, melainkan sebagai alat yang perlu digunakan secara etis dan sadar untuk menunjang kehidupan manusia yang lebih relasional, bermakna, dan ilahi.

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan teknologi modern membawa dampak besar tidak hanya dalam aspek teknis kehidupan manusia, tetapi juga dalam ranah spiritual, etis, dan bahkan masuk ke dalam ranah teologis.AI kini tidak lagi hanya menjadi alat bantu, tetapi telah memasuki ruang reflektif yang sebelumnya menjadi ranah eksklusif dari teologi (agama).Hal ini memunculkan pertanyaan mendalam tentang batas antara teknologi dan peran transenden dari Tuhan.Dalam banyak hal, AI telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam menjawab pertanyaan, membuat keputusan, dan bahkan memengaruhi perilaku manusia, namun kemampuan ini tetap bersifat algoritmik teknologi dan tidak menyentuh esensi terdalam kemanusiaan seperti cinta, empati, dan relasi otentik (timbal balik).

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak etis penggunaan AI dalam konteks ibadah dan praktik keagamaan, khususnya bagaimana AI memengaruhi pemahaman manusia tentang Tuhan dan relasi spiritual. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan kerangka etika AI yang selaras dengan prinsip teologis, terutama dalam memastikan bahwa teknologi tidak menggantikan peran Tuhan dalam memberikan makna hidup. 3. Penelitian dapat mengeksplorasi potensi AI sebagai alat untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, misalnya melalui aplikasi yang memfasilitasi refleksi spiritual atau pengalaman kekudusan yang berbasis teknologi.

  1. DOI Name 10.31004 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.31004DOI Name 10 31004 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 31004
  2. Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi “Digital Ecclesiology” | Fidei:... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/12Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi yCeDigital EcclesiologyyCAy Fidei stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 12
Read online
File size280.52 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test