UMSUMS

Buletin KKN PendidikanBuletin KKN Pendidikan

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) di bidang pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama terkait aspek etika, perlindungan konsumen, dan keamanan data. Guru tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga sebagai konsumen dan mediator teknologi AI di lingkungan sekolah. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman dan kesadaran guru dalam memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru mengenai etika konsumen AI serta pemanfaatannya yang aman dan selaras dengan nilai-nilai pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan melibatkan 46 guru melalui pendekatan pendampingan partisipatif berupa rangkaian pelatihan tematik dan workshop. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi pembelajaran untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru yang signifikan setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program dalam memperkuat literasi etis dan kesadaran guru terhadap penggunaan AI di pendidikan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa buku panduan Etika Konsumen Kecerdasan Artifisial bagi Guru sebagai referensi praktis berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kapasitas profesional guru dalam menghadapi transformasi digital pendidikan secara etis dan bertanggung jawab.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan edukasi kecerdasan artifisial (AI) bagi guru SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman serta kesadaran guru dalam memanfaatkan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab di bidang pendidikan.Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mitra, khususnya terkait literasi etika AI, perlindungan konsumen, dan keamanan data.Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas guru sebagai konsumen AI yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pelatihan literasi etika AI bagi guru, dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar dan tingkat kompetensi awal peserta. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum integratif yang memasukkan materi etika AI ke dalam program pendidikan guru secara berkelanjutan, sehingga literasi etika menjadi bagian integral dari kompetensi profesional guru. Ketiga, penting untuk meneliti dampak implementasi buku panduan Etika Konsumen Kecerdasan Artifisial bagi Guru terhadap perubahan perilaku dan praktik pengambilan keputusan guru dalam penggunaan AI di lingkungan sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat implementasi panduan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi AI di dunia pendidikan, serta memastikan bahwa pemanfaatan AI dilakukan secara etis, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

  1. Upskilling teachers to use generative artificial intelligence: The TPTP approach for sustainable teacher... doi.org/10.14742/ajet.9652Upskilling teachers to use generative artificial intelligence The TPTP approach for sustainable teacher doi 10 14742 ajet 9652
  2. Journal of Computer and Education Research » Submission » Artificial Intelligence in the... doi.org/10.18009/jcer.1477709Journal of Computer and Education Research A Submission A Artificial Intelligence in the doi 10 18009 jcer 1477709
Read online
File size545.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test