UIN SGDUIN SGD
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaKondisi objektif heterogenitas, termaksud keragaman agama di kota Bandung, menunjukkan akan pentingnya ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama sebagai upaya untuk hidup toleran, setara dan bisa berkerjasama. Sebagai bentuk ruang perjumpaan antar umat beragama, dialog keagamaan sudah semestinya terus digagas dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bandung. Tulisan ini memaparkan berbagai gerakan dialog keagamaan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh komunitas-komunitas masyarakat sipil di kota Bandung.
Gerakan dialog keagamaan di kota Bandung merupakan respon terhadap konsep dan praktek dialog antar umat beragama yang diperkasai oleh pemerintah, beberapa lembaga non-pemerintah (komunitas masyarakat sipil) mengambil insisatif untuk dialog antar umat beragama.Gerakan dialog keagamaan yang dilakukan sebenarnya merupakan respon kritis atas keyakinan bahwa upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini mengalami kegagalan.Sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dalam memahami dialog antar umat beragama.Diantara komunitas atau organisasi yang fokus dalam gerakan dialog keagamaan di kota Bandung ialah Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB), Paguyupan Anti Diskriminasi Agama, Adat dan Kepercayaan (PAKUAN), Masyarakat Untuk Lintas Agama (MAULA), Sahabat Lintas Iman (SALIM), Forum Lintas Iman Deklarasi Sancang (FLADS), Peace Generation, Sekolah Damai Indonesia Wilayah Bandung, dan Halaqah Damai.Komunitas-komunitas tersebut telah berhasil menjadi ruang-ruang perjumpaan antar umat beragama kota Bandung.Dengan ruang perjumpaan yang ada membuat umat beragama dan menghargai perbedaan satu sama lain.Lebih jauh lagi, walau dengan berbagai latar belakang agama dan kenyakinan yang berbeda, bisa saling menerima dan bisa berkerjasama dalam kehidupan masyarakat kota Bandung.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan yang efektif untuk menciptakan kehidupan harmoni dan toleransi di masyarakat yang heterogen? Kedua, apakah ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi keberhasilan gerakan dialog keagamaan dalam menciptakan ruang perjumpaan antar umat beragama? Ketiga, bagaimana gerakan dialog keagamaan dapat terus dikembangkan dan dipertahankan agar tetap relevan dan efektif dalam masyarakat yang dinamis?.
| File size | 305.16 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN SGDUIN SGD Namun segala kebaruan pun tak punya arti hanya karena ia baru. Dan sebaliknya, segala tradisi bernilai tidak hanya karena ia tradisi. Kebermaknaan selaluNamun segala kebaruan pun tak punya arti hanya karena ia baru. Dan sebaliknya, segala tradisi bernilai tidak hanya karena ia tradisi. Kebermaknaan selalu
UIN SGDUIN SGD Dari uraian sejarah dan uraian kitab yang singkat, dapat disimpulkan bahwa Tuhan satu tidak memberi ajaran akidah, syariah dan akhlak yang berbeda diantaraDari uraian sejarah dan uraian kitab yang singkat, dapat disimpulkan bahwa Tuhan satu tidak memberi ajaran akidah, syariah dan akhlak yang berbeda diantara
UIN SGDUIN SGD Nilai-nilai universalitas agama dan kemanusiaan menjadi ciri khas dalam setiap bentuk kegiatan sosial keagamaan yang di kembangkan dan dilaksanakan. InteraksiNilai-nilai universalitas agama dan kemanusiaan menjadi ciri khas dalam setiap bentuk kegiatan sosial keagamaan yang di kembangkan dan dilaksanakan. Interaksi
UIN SGDUIN SGD Indigenisasi seperti yang dimaksud Wahid adalah bagaimana doktrin-doktrin Islam ditafsirkan sehingga budaya lokal berlaku dalam hal yurisprudensi Islam.Indigenisasi seperti yang dimaksud Wahid adalah bagaimana doktrin-doktrin Islam ditafsirkan sehingga budaya lokal berlaku dalam hal yurisprudensi Islam.
UIN SGDUIN SGD Sehingga dewasa ini, khususnya di Kota Bandung, sering terjadi konflik sosial-keagamaan yang diperankan oleh para pemeluk agama itu sendiri. Ironisnya,Sehingga dewasa ini, khususnya di Kota Bandung, sering terjadi konflik sosial-keagamaan yang diperankan oleh para pemeluk agama itu sendiri. Ironisnya,
UIN SGDUIN SGD Adapun yang menjadi kesimpulan penulis dalam topik bahwa seseorang berhak menjadi seorang peminpin apabila ia mempunyai keahlian dalam bidangnya. AdapunAdapun yang menjadi kesimpulan penulis dalam topik bahwa seseorang berhak menjadi seorang peminpin apabila ia mempunyai keahlian dalam bidangnya. Adapun
UIN SGDUIN SGD Pandangan Hinduisme, Brahman adalah Idea tertinggi yang harus dituju oleh semua manusia. Untuk memudahkannya memahami Tuhan atau Brahman, dalam HinduismePandangan Hinduisme, Brahman adalah Idea tertinggi yang harus dituju oleh semua manusia. Untuk memudahkannya memahami Tuhan atau Brahman, dalam Hinduisme
UIN SGDUIN SGD Setelah diuraikan mengenai masalah yang berkaitan dengan sekularisasi dan sekularisme maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Sekularisasi dan sekularismeSetelah diuraikan mengenai masalah yang berkaitan dengan sekularisasi dan sekularisme maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Sekularisasi dan sekularisme
Useful /
UIN SGDUIN SGD Pariwisata dikaitkan pada suatu perhal terkait wisatawan serta layanan yang di suguhkan, wisata religi yang terdapat di kabupaten situbondo, yaitu MakamPariwisata dikaitkan pada suatu perhal terkait wisatawan serta layanan yang di suguhkan, wisata religi yang terdapat di kabupaten situbondo, yaitu Makam
UIN SGDUIN SGD Tubuh dapat mengatakan atau menunjukkan atau mengingatkan sesuatu tentang Tuhan sebagai penguasa tubuh manusia dan kehidupan. Refleksi pada tubuh dapatTubuh dapat mengatakan atau menunjukkan atau mengingatkan sesuatu tentang Tuhan sebagai penguasa tubuh manusia dan kehidupan. Refleksi pada tubuh dapat
UIN SGDUIN SGD Seperti mengatasi Masalah perkawinan di bawah umur adalah masalah nasional yang harus segera dituntaskan. Melalui keikutsertaan pimpinan-pimpinan MuslimatSeperti mengatasi Masalah perkawinan di bawah umur adalah masalah nasional yang harus segera dituntaskan. Melalui keikutsertaan pimpinan-pimpinan Muslimat
UIN SGDUIN SGD Masyarakat Cikondang dikenal sebagai etnis Sunda dan dikategorikan sebagai komunitas masyarakat adat, karena sampai saat ini masih berpegang teguh terhadapMasyarakat Cikondang dikenal sebagai etnis Sunda dan dikategorikan sebagai komunitas masyarakat adat, karena sampai saat ini masih berpegang teguh terhadap