UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini berangkat dari kehidupan manusia yang hidup cukup lama dalam sebuah komunitas masyarakat, dimana masyarakat tersebut akan menciptakan berbagai aturan atau pegangan hidup yang bisa dijadikan sebagai jalan untuk terciptanya keberlangsungan hidup yang aman, tentram dan damai. Aturan itu bisa berupa agama dan juga bisa berupa kebudayaan. Masyarakat adat dengan segala potensi yang dimilikinya mampu berkreasi untuk membangun sebuah lingkungan yang benar-benar mandiri dan juga mampu menjaga kelestarian alam dari kerusakan. Alhasil lingkungan alam yang didiami oleh komunitas masyarakat adat saat ini terselamatkan dari berbagai musibah bencana alam. Fenomena ini, tentu menjadi bahan kajian yang menarik untuk diteliti. Masyarakat memiliki nilai budaya tertentu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Masyarakat adat adalah suatu masyarakat yang dalam kehidupannya hadir dengan kekhasan yang diwariskan nenek moyangnya, baik berupa pandangan hidup, tradisi keagamaan dan nilai-nilai kebudayaan lainnya yang diusahakan untuk tetap dipertahankan dan dilaksanakan dalam hidupnya sebagai titah dari leluhurnya untuk kemaslahatan hidup. Masyarakat Cikondang dikenal sebagai etnis Sunda dan dikategorikan sebagai komunitas masyarakat adat, karena sampai saat ini masih berpegang teguh terhadap tradisi leluhurnya. Hal menonjol yang ada pada masyarakat adat Cikondang adalah kegigihan masyarakat adat Cikondang dalam melestarikan dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk kehidupannya. Hal ini bisa dilihat, ketika musim hujan wilayah Cikondang tidak terkena longsor, bahkan sumber air bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pertanian, sehingga hasil pertanian melimpah ruah. Begitupun ketiga musim kemarau masyarakat adat Cikondang tidak khawatir kekurangan air walaupun posisinya ada di perbukitan pegunungan.

Pertama, masyarakat adat Cikondang adalah sebuah masyarakat ladang yang kehidupannya tergantung pada alam.Alam dipoisisikan sebagai makro kosmos dan manusia sebagai mikro kosmos.Dalam konteks ini masyarakat adat Cikondang berusaha menciptakan berbagai kebudayaan sebagai alat untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya dengan ragam bentuknya.Kedua, dalam wujud kebudayaan yang bersifat ide/pandangan hidup pada masyarakat adat Cikondang bisa dilihat salah satunya dalam konsep pandangan hidup yang dikenal pada masyarakat adat Cikondang, yaitu dalam ungkapan silih asih, silih asah dan silih asuh.Ketiga, wujud kebudayaan dalam bentuk aktifitas bisa terlihat dalam tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Cikondang yang sudah terjadwal secara terus menerus.Dalam tradisi tersebut, terlihat keterlibatan masyarakat, baik dalam persiapan tradisi, sampai manfaat dari pelaksanaan tradisi tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak praktik kebudayaan tradisional Cikondang terhadap kebijakan lingkungan modern. Selain itu, studi tentang peran pemimpin adat dalam menjaga konsistensi tradisi dan pengelolaan sumber daya alam. Terakhir, analisis ekonomi dari praktik keberlanjutan masyarakat adat Cikondang dapat menjadi arah penelitian baru untuk memahami hubungan antara kearifan lokal dan pembangunan berkelanjutan.

Read online
File size405.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test