UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Kata teologi berasal dari kata Yunani theos yang berarti Tuhan, dan logos yang berarti kata-kata. Jadi teologi berarti kata-kata atau pengetahuan tentang Tuhan. Tubuh dapat mengatakan atau menunjukkan atau mengingatkan sesuatu tentang Tuhan sebagai penguasa tubuh manusia dan kehidupan. Refleksi pada tubuh dapat membawa orang kepada pengetahuan tentang Tuhan. Pengalaman para penari lengger yang bekerja di tubuh membuat mereka percaya akan keberadaan Tuhan sebagai asal-usul tubuhnya, meskipun mereka tidak berani secara tegas menyebutkan nama Allah di balik semua pengalaman ini. Pengalaman kerja tubuh memberi mereka keyakinan bahwa ada sesuatu di balik tubuh fisik yang terlihat ini. Namun, tubuh manusia tidak hanya dimiliki oleh seseorang, tetapi telah menjadi tanda sistem budaya masyarakat. Tubuh tidak lagi hanya memiliki makna itu sendiri, tetapi juga harus mematuhi norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat di mana seseorang hidup. Makna tubuh penari lengger sangat bergantung pada interpretasi masyarakat sekitar, yang mayoritas beragama Islam. Sementara Islam mengajarkan bahwa tubuh, terutama tubuh perempuan, harus dilindungi karena berpotensi membawa dosa. Namun, penafsiran masyarakat terhadap tubuh tidak monolitik. Situasi dan budaya di mana mereka tinggal menentukan interpretasi bagaimana memperlakukan tubuh wanita. Di sinilah sering ada ketegangan nilai antara ajaran Islam dan nilai-nilai tradisional.

Tari lengger berada dalam negoisasi dengan berbagai kepentingan masyarakat, termasuk agama, ekonomi, politik, dan budaya.Makna tubuh dalam konteks ini dibentuk oleh nilai-nilai yang mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.Simbol kebudayaan menjadi alat politik untuk perjuangan kepentingan.Pengalaman personal penari lengger menemukan yang ilahi dalam tubuh, yang menjadi tantangan untuk mengarahkan olah tubuh menuju pengenalan Tuhan.Perlu penafsiran ajaran agama yang kontekstual dan inovasi dalam gerak tari lengger untuk menghindari erotisme dan memperkuat makna spiritual.

1. Penelitian tentang dampak modernisasi terhadap tradisi tari lengger dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. 2. Analisis dinamika gender dalam interpretasi tubuh perempuan dalam konteks tari lengger dan ajaran Islam. 3. Studi perbandingan antara tari lengger dengan kesenian tradisional lainnya untuk memahami representasi tubuh dalam budaya lokal. Penelitian ini dapat mengembangkan wacana tentang integrasi budaya dan agama, serta peran seni dalam pembentukan identitas sosial.

Read online
File size188.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test