IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul dan peran Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat, serta mengaitkannya dengan pandangan ilmiah. Ayam Tembaga, unggas lokal dengan bulu menyerupai logam tembaga, merupakan fenomena unik yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah. Dalam konteks budaya, hewan peliharaan seperti Ayam Tembaga sering kali memiliki nilai spiritual atau simbolik dalam masyarakat tradisional Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali tradisi lisan dan kepercayaan lokal. Hasilnya menunjukkan bahwa Ayam Tembaga tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol dalam penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul. Fenomena tembaga pasca kebakaran di Sibeybu diinterpretasikan sebagai simbol sakral yang dihormati oleh masyarakat setempat. Keberadaan Ayam Tembaga mencerminkan pentingnya unggas lokal dalam melestarikan keragaman genetik dan mendukung ekonomi pedesaan. Penelitian ini mengungkap hubungan erat antara tradisi lisan, budaya lokal, dan pendekatan ilmiah, sekaligus menegaskan peran Ayam Tembaga sebagai aset budaya dan genetik yang bernilai tinggi.

Penelitian ini mengungkap bahwa Ayam Tembaga di Desa Langkuru Utara, Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, memiliki nilai historis, budaya, dan spiritual yang mendalam dalam kehidupan masyarakat setempat.Berdasarkan tradisi lisan, perjalanan Ayam Tembaga dari Timor Timur hingga menetap di Sibeybu menjadi dasar penamaan wilayah seperti Sibeimang, Watmaney, dan Moybagul, yang mencerminkan interaksi erat antara cerita mitos, lingkungan, dan bahasa lokal Langkuru.Transformasi ayam menjadi tembaga setelah kebakaran di Sibeybu dipercaya sebagai peristiwa mistis yang menandai kekuatan supranatural dan spiritual.Ayam Tembaga ini kemudian dihormati sebagai simbol sakral dan dijaga oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari warisan leluhur.Kisah ini menunjukkan bagaimana mitos dan tradisi lisan berperan dalam membentuk identitas budaya dan memberikan makna historis pada nama-nama tempat di wilayah tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, melakukan studi lebih mendalam tentang biomineralisasi pada Ayam Tembaga, dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengungkap potensi proses biologis ini pada unggas lokal. Kedua, mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara tradisi lisan, mitos, dan identitas budaya masyarakat Langkuru Utara, dengan menganalisis lebih detail nama-nama tempat dan simbol-simbol yang digunakan dalam cerita Ayam Tembaga. Ketiga, meneliti potensi ekonomi dan sosial dari mitos Ayam Tembaga, dengan menganalisis dampak cerita ini pada pariwisata, kerajinan lokal, dan solidaritas sosial di masyarakat Langkuru Utara. Dengan menggabungkan aspek ilmiah, budaya, dan sosial, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami fenomena Ayam Tembaga dan perannya dalam masyarakat.

Read online
File size307.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test