UIN SGDUIN SGD
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaKepemimpinan merupakan suatu yang sangat penting dalam sebuah kelompok apalagi dalam suatu daerah maupun negeri. Dengan adanya seorang peminpin maka aturan kehidupan akan terlaksana dengan baik ajaran-ajaran agama dan awal bagi terwujudnya umat, sehingga kehidupan masyarakat menjadi aman dan sejahtera. Meskipun pada dasarnya semua manusia merupakan khalifah Tuhan yang memiliki kesetaraan dalam kekhalifahan ini. Adapun yang menjadi kesimpulan penulis dalam topik bahwa seseorang berhak menjadi seorang peminpin apabila ia mempunyai keahlian dalam bidangnya. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap Hadis, sehingga dapat diketahui bahwa keturunan Quraisy tidak dimaksudkan sebagai syarat mutlak bagi jabatan kepala negara yang ditetapkan oleh Nabi, sehingga mengikat seluruh umat secara abadi. Hadis tersebut hanya menunjukkan bahwa kepemimpinan dari keturunan Qurasiy hanya sebagai syarat keutamaan, karena memang terkenal dengan solidaritasnya. Dalam penjelasan Hadis tersebut hanya bersifat lokal-temporal. Karena bertolak belakang dengan prinsip al-Quran yang menyatakan bahwa yang paling utama dihadapan Allah adalah orang yang paling bertakwa, bukan dari kalangan, golongan atau keturunan manapun (tidak ada pengkhusususan untuk kaum Quraisy.
Kepemimpinan dalam Islam tidak harus berasal dari Bani Quraisy.Pendekatan sosiologis terhadap Hadis menunjukkan bahwa keturunan Quraisy bukan syarat mutlak bagi kepemimpinan.Kepemimpinan lebih berdasarkan keahlian dan ketakwaan, bukan latar belakang etnis.Prinsip al-Quran menegaskan bahwa keutamaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya, bukan keturunan.
1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kelompok lain selain Bani Quraisy dalam sejarah kepemimpinan Islam untuk memahami dinamika struktur kekuasaan. 2. Analisis perbandingan model kepemimpinan di masa lalu dengan konteks modern dapat mengungkap implikasi budaya dan politik terhadap pemilihan pemimpin. 3. Studi tentang dampak faktor sosial dan budaya terhadap pemilihan pemimpin dalam masyarakat Muslim dapat memberikan wawasan baru tentang keseimbangan antara tradisi dan perubahan.
| File size | 490.97 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ASDKVIASDKVI Eksterior museum dirancang fungsional dengan akses mudah bagi semua pengunjung, termasuk penyandang disabilitas. Bangunan geometris ikonik memberikan kesanEksterior museum dirancang fungsional dengan akses mudah bagi semua pengunjung, termasuk penyandang disabilitas. Bangunan geometris ikonik memberikan kesan
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Hal ini tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh seperti Walisongo. Wali Songo memberikan pengaruh besar dalam islamisasi Nusantara, terutama di Jawa, melaluiHal ini tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh seperti Walisongo. Wali Songo memberikan pengaruh besar dalam islamisasi Nusantara, terutama di Jawa, melalui
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Upaya pelestarian menghadapi tantangan modernisasi, urbanisasi, dan pengaruh budaya populer pada generasi muda, namun pendidikan di pesantren, festivalUpaya pelestarian menghadapi tantangan modernisasi, urbanisasi, dan pengaruh budaya populer pada generasi muda, namun pendidikan di pesantren, festival
TAHTAMEDIATAHTAMEDIA Seminar dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab. Lomba dilaksanakan dengan metode presentasi hasil esai oleh peserta lomba yaitu, peserta didikSeminar dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab. Lomba dilaksanakan dengan metode presentasi hasil esai oleh peserta lomba yaitu, peserta didik
STTCIREBONSTTCIREBON Keraton Kanoman adalah salah satu dari dua bangunan kesultanan Cirebon yang berdiri pada tahun 1678 M. Kebesaran Islam di Jawa bagian barat tidak lepasKeraton Kanoman adalah salah satu dari dua bangunan kesultanan Cirebon yang berdiri pada tahun 1678 M. Kebesaran Islam di Jawa bagian barat tidak lepas
STTSAPPISTTSAPPI Dalam agama Islam, Nabi Muhammad ditempatkan dalam posisi yang teramat penting, bahkan sebagai salah satu pusat pengajaran dan keyakinan mereka. SelainDalam agama Islam, Nabi Muhammad ditempatkan dalam posisi yang teramat penting, bahkan sebagai salah satu pusat pengajaran dan keyakinan mereka. Selain
IAIN SUIAIN SU Artikel ini merupakan kajian kepustakaan yang mengkaji pandangan Islam tentang konsep pendidikan kesehatan lingkungan hidup. Ditemukan bahwa meskipun duniaArtikel ini merupakan kajian kepustakaan yang mengkaji pandangan Islam tentang konsep pendidikan kesehatan lingkungan hidup. Ditemukan bahwa meskipun dunia
ALJAMIAHALJAMIAH Dalam banyak hal, respons dan kritik tersebut bukanlah hal baru dalam sejarah perjalanan Islam di Indonesia. Berbagai kritik serupa juga telah dilontarkanDalam banyak hal, respons dan kritik tersebut bukanlah hal baru dalam sejarah perjalanan Islam di Indonesia. Berbagai kritik serupa juga telah dilontarkan
Useful /
UIN SGDUIN SGD Sumber data adalah penduduk local yang beragama Islam dengan Pendatang yang beragama Kristen Advent. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terjadinya perubahanSumber data adalah penduduk local yang beragama Islam dengan Pendatang yang beragama Kristen Advent. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terjadinya perubahan
UIN SGDUIN SGD Selanjutnya, seperti yang kita ketahui bahwa agama tentunya mempunya dua fungsi yang berkontradiksi, yaitu menurut Talcott Parsons sebagai resolusi dalamSelanjutnya, seperti yang kita ketahui bahwa agama tentunya mempunya dua fungsi yang berkontradiksi, yaitu menurut Talcott Parsons sebagai resolusi dalam
UIN SGDUIN SGD Warisan nenek moyang tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu warisan yang tampak (tangible) dan warisan yang tidak tampak (intangible). Hakikatnya,Warisan nenek moyang tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu warisan yang tampak (tangible) dan warisan yang tidak tampak (intangible). Hakikatnya,
IAIN SUIAIN SU Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kebijakan pendidikan nasional terhadap pendidikan Islam dan pendidikan sekular. Pada mulanya, sekularismePermasalahan utama dalam penelitian ini adalah kebijakan pendidikan nasional terhadap pendidikan Islam dan pendidikan sekular. Pada mulanya, sekularisme