IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI

Proceeding of ICoPISProceeding of ICoPIS

Artikel ini mengkaji upaya pelestarian tradisi keislaman Nusantara di Gresik, sebuah kota yang kaya akan warisan budaya dan sejarah Islam. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menyoroti berbagai praktik keagamaan dan ritual lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, tradisi-tradisi ini terus menghadapi tantangan dalam mempertahankan keasliannya. Namun, masyarakat Gresik tetap gigih dalam menjaga warisan keislaman mereka, baik melalui kegiatan komunitas, kegiatan sosial-budaya, atau pendidikan agama lokal. Artikel ini juga menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam mendukung upaya pelestarian tradisi keislaman Nusantara di Gresik.

Penelitian menunjukkan tradisi Islam di Gresik memiliki akar sejarah yang kuat dan berperan penting dalam kehidupan sosial‑spiritual masyarakat setempat, sekaligus menjadi identitas yang menyatukan komunitas Muslim.Upaya pelestarian menghadapi tantangan modernisasi, urbanisasi, dan pengaruh budaya populer pada generasi muda, namun pendidikan di pesantren, festival budaya, serta dukungan kebijakan pemerintah dapat memperkuat keberlangsungan tradisi.Kolaborasi aktif antara komunitas, pemuka agama, dan pemerintah sangat penting untuk memastikan tradisi tetap relevan, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana digitalisasi dapat mendukung pelestarian tradisi Dzikir Saman dan Sanggring di kalangan generasi muda Gresik, dengan merancang dan menguji platform edukasi daring yang memadukan konten multimedia, tutorial interaktif, serta forum diskusi komunitas, sehingga memperkuat pengetahuan dan partisipasi anak muda dalam praktik ritual tersebut. Selanjutnya, studi komparatif antara tradisi Islam di Gresik dengan daerah lain di Jawa Timur, seperti Kediri atau Surabaya, dapat mengidentifikasi secara sistematis faktor‑faktor kontekstual yang mempengaruhi keberlanjutan praktik keagamaan; pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan survei kuantitatif akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang peran lingkungan sosial, ekonomi, dan kebijakan lokal dalam konteks regional. Terakhir, penelitian kebijakan dapat menilai efektivitas program pemerintah dan lembaga keagamaan dalam melindungi warisan budaya Islam, dengan melakukan evaluasi longitudinal terhadap dampak program pelatihan pesantren, festival budaya, serta insentif finansial selama lima tahun ke depan, sehingga dapat memberikan rekomendasi strategis bagi pembuat keputusan.

  1. Membongkar Fungsi Makanan Terkait Ritual Keagamaan dalam Sanggring Gumeno: Suatu Analisis Antropologi... doi.org/10.24843/sp.2021.v5.i01.p03Membongkar Fungsi Makanan Terkait Ritual Keagamaan dalam Sanggring Gumeno Suatu Analisis Antropologi doi 10 24843 sp 2021 v5 i01 p03
  2. SEJARAH MASUKNYA DA’WAH ISLAM DI INDONESIA | Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat.... jurnal-stidnatsir.ac.id/index.php/binaummat/article/view/105SEJARAH MASUKNYA DAAoWAH ISLAM DI INDONESIA Jurnal Bina Ummat Membina dan Membentengi Ummat jurnal stidnatsir ac index php binaummat article view 105
  3. Nilai-nilai Kearifan Lokal Kesehatan dalam Tradisi Kolak Ayam (Sanggring) Desa Gumeno Kecamatan Manyar... doi.org/10.61132/semantik.v1i4.110Nilai nilai Kearifan Lokal Kesehatan dalam Tradisi Kolak Ayam Sanggring Desa Gumeno Kecamatan Manyar doi 10 61132 semantik v1i4 110
  1. #warisan budaya#warisan budaya
  2. #pengaruh budaya#pengaruh budaya
Read online
File size301.15 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2QP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test