STIKMKSSTIKMKS

Jurnal MitrasehatJurnal Mitrasehat

Latar belakang: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh kelompok lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup melalui berbagai komplikasi pada organ vital. Sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi, dan dua pertiganya berasal dari negara berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk Indonesia. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia mengelola hipertensi serta mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi terdiri dari 200 lansia yang secara aktif menghadiri posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Sampel dipilih dengan metode accidental sampling, melibatkan 50 lansia. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner WHOQOL-BREF yang diuji menggunakan analisis chi-square. Hasil: Dukungan keluarga, khususnya dalam domain dukungan emosional dan dukungan informasional, menunjukkan nilai p=0,005. Sementara itu, dalam domain dukungan instrumental dan penghargaan, nilai p yang tercatat adalah 0,002 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Kesimpulan: Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi. Saran, pendidikan keluarga harus ditingkatkan agar mereka dapat secara aktif mendukung dan mendampingi orang tua, terutama dalam hal perawatan kesehatan mereka.

Studi ini menemukan bahwa kualitas hidup orang tua yang menderita hipertensi di wilayah Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, berkorelasi dengan keempat dimensi dukungan keluarga.Oleh karena itu, tenaga kesehatan harus memperkuat program edukasi keluarga agar mereka dapat membantu dan mendampingi orang tua lebih aktif, terutama dalam hal menjaga dan mengelola kesehatan mereka sendiri.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi keluarga terstruktur dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia, dengan mengukur perubahan kualitas hidup secara longitudinal. Selanjutnya, perlu dilakukan studi eksperimental yang mengevaluasi peran teknologi digital, seperti aplikasi ponsel yang memperkuat komunikasi antara anggota keluarga dan lansia, untuk melihat apakah intervensi tersebut meningkatkan dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Terakhir, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi hambatan budaya dan sosial yang menghalangi pemberian dukungan keluarga di daerah pedesaan, sehingga dapat merancang strategi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.

Read online
File size313.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test