STPNSTPN

BHUMI: Jurnal Agraria dan PertanahanBHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan

Perencanaan tata ruang di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) diprioritaskan karena memiliki dampak penting terhadap perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor potensial yang menjadi sektor unggulan di wilayah BBK sebagai acuan dalam pengembangan daerah. Penelitian ini menggunakan data time series Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan di wilayah BBK dari tahun 2011 hingga 2021. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Location Quotient untuk mengidentifikasi sektor dasar dan non-dasar, Shift Share Analysis untuk menentukan perubahan dan pergeseran sektor, serta Klassen Typology untuk menentukan klasifikasi sektor di setiap daerah. Hasil kombinasi dari ketiga alat analisis tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Batam didukung oleh sektor pengolahan. Sektor yang tumbuh di Bintan terkait dengan pariwisata. Potensi ekonomi di Karimun didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan. Potensi ekonomi Tanjungpinang didominasi oleh sektor jasa yang mendukung peran kota sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Namun, sektor perikanan belum berkembang secara optimal. Sebagai wilayah kepulauan, kebijakan pengembangan daerah di wilayah BBK seharusnya mengembangkan sektor-sektor lain untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kelautan.

Berdasarkan hasil analisis Location Quotient, Shift Share, dan Klassen Typology, telah diidentifikasi beberapa sektor unggulan di wilayah Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Tanjungpinang pada periode 2011 hingga 2021.Pertumbuhan ekonomi Kota Batam masih didukung oleh sektor industri yang dapat menjadi penggerak ekonomi regional.Pertumbuhan Kabupaten Bintan terkait dengan sektor pariwisata yang berkontribusi positif.Potensi Kabupaten Karimun terletak pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan regional.Terakhir, sektor jasa memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan regional Kota Tanjungpinang, yang mendukung peran kota sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.Penelitian ini juga menekankan perlu digunakannya potensi ekonomi kelautan di wilayah-wilayah tersebut, khususnya di bidang industri, pariwisata, perdagangan, dan transportasi.Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi metode analisis spasial, seperti model Geographically Weighted Regression (GWR), untuk memahami keragaman spasial faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan regional.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah BBK, perlu dilakukan pengembangan sektor-sektor unggulan yang telah diidentifikasi. Selain itu, penting untuk memanfaatkan potensi ekonomi kelautan di wilayah kepulauan tersebut, khususnya di bidang industri, pariwisata, perdagangan, dan transportasi. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode analisis spasial, seperti model Geographically Weighted Regression (GWR), untuk memahami keragaman spasial faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan regional. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan pengembangan daerah yang telah diterapkan, serta mengidentifikasi prioritas pengembangan daerah sesuai dengan potensi dan masalah yang ada. Dengan demikian, dapat dicapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tercapainya kesejahteraan masyarakat di wilayah BBK.

  1. Analysis of The Leading Sector for Regional Development: A Case Study of Batam, Bintan, and Karimun (BBK),... doi.org/10.31292/bhumi.v10i1.792Analysis of The Leading Sector for Regional Development A Case Study of Batam Bintan and Karimun BBK doi 10 31292 bhumi v10i1 792
  2. Financial Performance of Tourism Businesses in Labuan Bajo Tourist Area, Indonesia | Journal of Environmental... doi.org/10.14505//jemt.12.2(50).13Financial Performance of Tourism Businesses in Labuan Bajo Tourist Area Indonesia Journal of Environmental doi 10 14505 jemt 12 2 50 13
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Urban Sprawl di Kawasan Cekungan Bandung | Fuadina | TATALOKA.... ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/3135Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Urban Sprawl di Kawasan Cekungan Bandung Fuadina TATALOKA ejournal2 undip ac index php tataloka article view 3135
  4. Request Rejected | Ministry of Trade Republic of Indonesia. request rejected ministry trade republic... jurnal.kemendag.go.id/bilp/article/view/422Request Rejected Ministry of Trade Republic of Indonesia request rejected ministry trade republic jurnal kemendag go bilp article view 422
Read online
File size568.75 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test