ASDKVIASDKVI

Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan DesainAbstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni, Media dan Desain

Abstrak penelitian ini mengkaji representasi Islam dalam arsitektur Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari sebagai simbol pelestarian sejarah dan budaya Islam di Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, studi ini mengidentifikasi elemen simbolis dan filosofi yang terkandung dalam fasad, interior, serta sirkulasi ruang museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur museum mengadopsi gaya post-modern dengan bentuk piramida segitiga yang meruncing ke atas, melambangkan keagungan dan keberlanjutan peradaban Islam. Konsep postmodern space diterapkan, dengan batas antar ruang yang tidak tampak jelas, menciptakan aliran visual dan fungsional yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman ruang yang harmonis bagi pengunjung. Penataan ruang dan sirkulasi memanfaatkan prinsip postmodern space, di mana ruang-ruang tampak terpisah namun tetap terhubung secara visual dan fungsional, mencerminkan keberagaman dan inklusivitas dalam konsep keislaman. Representasi Islam pada fasad museum digambarkan melalui motif yang menyerupai santri sungkem kepada kyai, simbol penghormatan dan kedekatan dengan ajaran agama. Bentuk piramida tidak hanya mengadopsi desain arsitektur dunia, tetapi juga memiliki makna filosofis terkait keagungan, identitas, serta warisan peradaban Islam di Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur museum tidak hanya sebagai karya seni visual, tetapi juga sebagai simbol identitas keislaman yang mendalam dan bermakna historis serta budaya.

Berdasarkan hasil penjelasan di atas, bangunan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari tampak seperti piramid yang berbentuk segitiga mengerucut ke atas.Sisi lain bangunan museum ini juga menggunakan postmodern space, dengan batas antar ruang yang tidak terlihat jelas dan dapat digabungkan secara tumpang tindih, menciptakan aliran yang berkelanjutan.Eksterior museum dirancang fungsional dengan akses mudah bagi semua pengunjung, termasuk penyandang disabilitas.Bangunan geometris ikonik memberikan kesan arsitektur kontemporer yang kaya makna simbolik.Desain fasad kaca besar mendukung pencahayaan alami untuk efisiensi energi.Museum dilengkapi lanskap luas dengan taman hijau, menciptakan keseimbangan visual antara struktur dan lingkungan.Tata ruang dirancang untuk alur kunjungan yang jelas dan teratur, membentuk kawasan transformasi pengetahuan sejarah masuknya Islam di Indonesia.Museum memiliki galeri pameran yang menampilkan koleksi artefak sejarah Islam Indonesia, serta ruang khusus tentang sosok K.Interior museum menciptakan keseimbangan antara fungsi edukasi, estetika Islami, dan pengalaman bagi pengunjung.Elemen dekoratif tidak hanya menyampaikan informasi sejarah, namun juga menginspirasi pemahaman mengenai nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kontribusi Islam dalam kehidupan masyarakat.Dalam representasi Islam pada fasad bangunan museum, tampak fasad seperti gambaran seorang santri yang sedang sungkem kepada kyai guna memperoleh berkah.Museum ini menyerupai bentuk piramida seperti Piramida Giza di Mesir, mencerminkan adaptasi desain dari arsitektur dunia, namun juga mengandung makna filosofis yang erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam, seperti keagungan.Bentuk piramida dipilih untuk merepresentasikan peran museum sebagai wadah sejarah, identitas, dan warisan budaya Islam di Indonesia.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada studi lebih mendalam mengenai pengaruh arsitektur post-modern dalam merepresentasikan nilai-nilai Islam di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana arsitektur post-modern yang diterapkan pada Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari mampu merefleksikan dan mengkomunikasikan nilai-nilai Islam secara visual dan fungsional. Selain itu, studi lanjutan dapat menyelidiki bagaimana desain arsitektur museum ini mempengaruhi pengalaman pengunjung dalam memahami dan menghargai sejarah serta budaya Islam di Indonesia. Penelitian ini juga dapat menganalisis bagaimana arsitektur post-modern yang digunakan pada museum ini mampu menciptakan keseimbangan antara estetika, fungsi, dan makna simbolik, serta bagaimana hal ini dapat menjadi contoh bagi desain arsitektur museum Islam di masa depan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan arsitektur museum Islam yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan simbolik yang kuat.

  1. Arsitekno. penerapan arsitektur metafora museum tsunami aceh banda arsitekno authors armelia dafrina... ojs.unimal.ac.id/index.php/arsitekno/article/view/1207Arsitekno penerapan arsitektur metafora museum tsunami aceh banda arsitekno authors armelia dafrina ojs unimal ac index php arsitekno article view 1207
  2. Representasi Islam pada Bangunan Museum Islam K.H. Hasyim Asy’ari | Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu... journal.asdkvi.or.id/index.php/Abstrak/article/view/675Representasi Islam pada Bangunan Museum Islam K H Hasyim AsyAoari Abstrak Jurnal Kajian Ilmu journal asdkvi index php Abstrak article view 675
  3. Urgensi Keterlibatan Wali Asuh dalam Dinamika Pendidikan di Pesantren | Jurnal Pendidikan Agama Islam... jurnalftk.uinsa.ac.id/index.php/jpai/article/view/4171Urgensi Keterlibatan Wali Asuh dalam Dinamika Pendidikan di Pesantren Jurnal Pendidikan Agama Islam jurnalftk uinsa ac index php jpai article view 4171
  1. #hak asasi#hak asasi
  2. #batak toba#batak toba
Read online
File size1.24 MB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2oa
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test