PUSDIGPUSDIG

Abdimas LangkanaeAbdimas Langkanae

Perencanaan dan penataan ruang berbasis partisipasi masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan fungsi dan kenyamanan fasilitas ibadah, khususnya masjid skala lingkungan. Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng di Kecamatan Sendana, Kota Palopo, berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar. Namun, keterbatasan dalam pengaturan zonasi ruang, pola sirkulasi, serta fasilitas pendukung menyebabkan pemanfaatan ruang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dalam perencanaan dan penataan ruang masjid melalui pendekatan partisipatif dan konsultatif. Tahapan kegiatan meliputi survei awal lokasi, wawancara pemangku kepentingan, lokakarya desain partisipatif, penyusunan konsep dan gambar tata ruang teknis, serta evaluasi pemahaman dan kepuasan pengguna melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman fungsional, efisiensi sirkulasi, dan kenyamanan lingkungan. Usulan penataan ruang meningkatkan aksesibilitas, orientasi ruang salat, higienitas area wudu, serta pemanfaatan ruang multifungsi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model perencanaan masjid berbasis komunitas yang mengintegrasikan prinsip arsitektur dengan kebutuhan lokal secara berkelanjutan dan inklusif.

Kegiatan pendampingan perencanaan dan penataan ruang Masjid Muhammadiyah Hj.Ulwiah Tenriajeng berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dasar zonasi, sirkulasi, dan kenyamanan lingkungan masjid.Usulan tata ruang yang dihasilkan memberikan panduan teknis yang aplikatif bagi pengurus masjid dalam pengembangan fasilitas secara berkelanjutan.Model pendampingan berbasis partisipasi ini berpotensi direplikasi pada fasilitas ibadah lain dengan konteks serupa.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas implementasi usulan tata ruang masjid dalam jangka panjang, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan dan partisipasi masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan indikator keberhasilan perencanaan masjid berbasis komunitas yang lebih komprehensif, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi teknologi digital dalam proses perencanaan dan pengelolaan masjid, seperti penggunaan aplikasi mobile untuk pemesanan fasilitas atau sistem monitoring konsumsi energi. Dengan demikian, diharapkan perencanaan masjid dapat menjadi lebih adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup komunitas.

Read online
File size3.43 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test