UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Hadist diakui sebagai sumber yang otentik setelah Al-Quran bagi Agama Islam, pada kajian terhadap agama-agama selain Islam, kedua sumber tersebut menyebutkan agama-agama lain, salah satunya adalah agama majusi. Tulisan ini berupa kajian hadist mengenai agama majusi yang mempunyai nama lain yaitu Zoroaster. Majusi merupakan salah satu agama masehi yang lahir sebelum Islam datang sebagai rahmatan lil-alamin. Sejarah awal agama majusi yang di bawa oleh Zarathustra sebagai agama monotheime dengan menyembah Tuhan yang maha esa telah mengalami pergeseran yaitu berpusat kepada penyembahan terhadap api. Penganut Agama Majusi saat ini bisa ditemui di Iran dan sebagian besar di India. Dalam tulisan ini akan di paparkan secara lebih rinci bagaimana sejarah agama majusi dan bagaimana Islam memandang agama majusi ditinjau dari hadist-hadist Nabi.

Agama majusi merupakan agama yang lahir di Persia yang di bawa oleh nabinya yang bernama Spitama Zarathustra (dalam bahasa Yunani Zoroaster), dilahirkan pada tahun 600-583 SM di Iran.Ajaran yang dibawanya merupakan ajaran monotheisme yaitu menyembah tuhan yang maha Esa dan tidak menyekutukan tuhan dengan menyembah berhala.Pokok ajarannya adalah Mazhayasna kebaktian kepada Ahura-Mazda yaitu tuhan yang maha Esa dan maha mengetahui, Ahura-Mazda terdiri dari dua kata yang berarti maha tahu dan maha bijaksana.Zarathustra memiliki misi membangkitkan kembali agama yang sejati dengan tiga ajaran yaitu.Hoomta (fikiran yang suci), hookhia (kata-kata yang suci) dan huvereshta (tingkah laku yang suci).Namun ajaran murni yang dibawa oleh Zarathustra kemudian mengalami pergeseran sehingga penyembahannya berpusat pada api suci.Agama majusi merupakan agama yang kokoh di Iran sejak Zarathustra menyebarkan ajarannya namun pada abad-abad selanjutnya setelahnya, kaum majusi banyak hijrah ke India dan sebagian besar menetap di Bombay dan sekitarnya, dan di Iran sendiri banyak yang beralih kepada agama Islam, hal ini dipicu oleh penaklukan bangsa Iran oleh Bangsa Arab.Kitab suci agama majusi secara keseluruhan adala Avesta, dalam masa perkembanggannya agama majusi menganut ajaran dualisme yaitu mempercayai tuhan cahaya yaitu Ahura-Mazda dan tuhan kegelapan yaitu Ahriman, umumnya agama majusi ini pada perkembangannya menyembah api sebagai simbol dari kesucian dan cahaya.Selain itu agama majusi juga memiliki sekte-sekte diantaranya.aliran manu, aliran mazdak, aliran tsanwiyah, aliran disahniyah dan aliran Zindiq.Tinjauan hadist mengenai agama majusi yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dan Shahis Muslim menyatakan bahwa dalam beberapa hadist agama majusi disinggung, interaksi Islam dengan agama majusi bisa dikatakan cukup baik dan Islam sendiri tidak memusuhi umat atau kaum majusi.Bagi sebagian ulama mengkatagorikan agama majusi sebagai ahl al- kithab, namun ada juga yang berpendapat mereka menyerupai ahl al- kithab dan diperlakukan seperti ahl al- kithab mereka membayar jizyah, sembelihan mereka halal dikonsumsi, dan wanita mereka boleh dinikahi.Dalam Al-Quran sendiri agama majusi tidak digolongkan sebagai bagian dari kaum Musyrikin.

Berdasarkan analisis hermeneutika terhadap hadist-hadist yang berkaitan dengan agama majusi, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada studi komparatif antara ajaran Islam dan ajaran majusi, khususnya dalam hal monoteisme dan penyembahan terhadap api suci. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki lebih lanjut tentang interaksi dan toleransi Islam terhadap penganut agama majusi, serta bagaimana pandangan Islam terhadap perkembangan agama majusi yang menyimpang dari ajaran awalnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara Islam dan agama-agama lain, khususnya dalam konteks sejarah dan interaksi antar umat beragama.

Read online
File size317.77 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test