STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Kejadian 3:1-7 merupakan bagian paling penting dari empat bagian dalam pasal tersebut. Masalah yang terjadi adalah ketika perempuan yang berada dalam taman itu berhadapan dengan ular yang berkata kepadanya: ―sekali-kali kamu tidak akan mati‖ (Kej. 3:4). Perkataan tersebut mengakibatkan terjadinya dialog yang membuat perempuan itu tidak hanya melihat dan memikirkan bahwa buah itu memberi pengertian, tetapi ia juga mengambil, memakan dan memberikannya kepada suaminya dan suaminyapun memakannya (Kej 3:6). Perbuatan tersebut telah mengakibatkan mata mereka terbuka sehingga mereka tahu, bahwa mereka telanjang (Kej. 3:7a), dan mereka membuat cawat, karena telanjang merupakan gambaran kondisi mereka berdosa. Sementara itu TUHAN Allah telah mengumunkan Hukum-Nya ―…pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati‖ Kejadian 2:17.

Adam dan Hawa telah melanggar hukum Allah yang telah Dia tetapkan melalui dekrit-Nya dalam Kejadian 2.17, mereka lebih memilih memberi perhatian pada ular yang telah dengan sengaja menyelewengkan firman TUHAN, serta memilih untuk melanggar dan memberontak kepada TUHAN, dengan memakan buah itu, akibatnya menusia dan istrinya mengalami ketelanjangan.Kata telanjang dapat diartikan berdosa, hal tersebut dapat dilihat dari konsekuensi yang diterima oleh Adam dan Hawa yaitu hukuman berupa kematian.Demikian dapat disimpulkan bahwa karena Adam dan Hawa memakan buah yang ada dalam Taman itu, mereka mengalami ketelanjangan yang artinya dosa, dan menerima hukuman berupa kematian.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pengajaran makna kata telanjang dapat mempengaruhi ketaatan jemaat. Kedua, penelitian dapat dikembangkan untuk menguji pengaruh pengajaran ini terhadap pemahaman jemaat tentang dosa dan kematian. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana pengajaran ini dapat diterapkan dalam konteks modern, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan moral dan spiritual yang dihadapi oleh umat Kristen saat ini.

  1. Pengajaran Makna Kata Telanjang Berdasarkan Kejadian 3:1-7 | Jurnal Teologi (JUTEOLOG). http apps buap... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/43Pengajaran Makna Kata Telanjang Berdasarkan Kejadian 3 1 7 Jurnal Teologi JUTEOLOG http apps buap ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 43
  2. Book Review: Harper's Bible Commentary - J. P. M. Walsh, 1989. book review harper bible commentary... journals.sagepub.com/doi/10.1177/004056398905000308Book Review Harpers Bible Commentary J P M Walsh 1989 book review harper bible commentary journals sagepub doi 10 1177 004056398905000308
  3. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. perempuan sumber dosa hikmat tafsir perspektif feminis evangelikal... doi.org/10.46445/ejti.v4i2.280Evangelikal Jurnal Teologi Injili perempuan sumber dosa hikmat tafsir perspektif feminis evangelikal doi 10 46445 ejti v4i2 280
Read online
File size1.64 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test