STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Artikel ini bertujuan untuk melihat konsep diri yang terbentuk dalam diri anak muda Kristen di masa kini dengan semaraknya perkembangan media sosial TikTok. Dalam membentuk konsep diri yang positif anak muda faktor eksternal sangat mempengaruhi. Dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan, banyak yang menemukan bahwa konsep diri yang positif dipengaruhi oleh aplikasi media sosial TikTok bagi TikTokers. Berdasarkan fakta tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai penyebab konsep diri yang positif bagi anak muda masa kini khususnya anak muda Kristen. Melalui penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan survei di lapangan dapat dideskripsikan penyebab dari konsep diri yang positif TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu untuk diimplementasikan kepada anak muda Kristen masa kini. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa konsep diri yang positif pada para TikTokers ITBK Bukit Pengharapan tidak terpengaruh oleh media sosial TikTok, melainkan karena TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu adalah anak muda yang telah menerima Kristus dan menjalani kehidupan untuk serupa dengan Kristus.

Konsep diri positif TikTokers ITBK Bukit Pengharapan dipengaruhi oleh significant others dan reference group, namun lebih utama terbentuk ketika mereka menerima Yesus dan mengalami pengampunan serta pemulihan dari dosa.Pemahaman rohani ini diperkuat oleh pelayanan gereja, sehingga identitas mereka didasarkan pada pandangan Allah, bukan pada penilaian orang lain, dan mereka bersedia menerima kelebihan serta kekurangan diri untuk meneladani Kristus.Oleh karena itu, konsep diri positif tersebut berakar pada ajaran Alkitab dan perlu diimplementasikan bagi generasi muda Kristen masa kini.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana interaksi antara penggunaan TikTok dan pembentukan karakter Kristiani pada mahasiswa Kristen, dengan menguji apakah intensitas penggunaan media sosial memoderasi pengaruh nilai-nilai rohani terhadap identitas diri. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti hubungan antara proses pemulihan spiritual melalui pengalaman Kristus dan kemampuan regulasi diri dalam mengelola konten TikTok, untuk memahami dinamika perubahan konsep diri sepanjang waktu. Penelitian kualitatif komparatif juga dapat membandingkan dampak positif dan negatif TikTok pada konsep diri antara mahasiswa Kristen dan non‑Kristen, guna menggali faktor-faktor budaya dan religius yang memperkuat atau melemahkan efek media sosial pada identitas diri.

  1. Hubungan Antara Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Perilaku Narsisme Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 8... doi.org/10.33369/consilia.2.3.220-228Hubungan Antara Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Perilaku Narsisme Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 8 doi 10 33369 consilia 2 3 220 228
  2. Tiktokers: Studi Kasus Tentang Penerimaan Konsep Diri Yang Positif Pada Mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/44Tiktokers Studi Kasus Tentang Penerimaan Konsep Diri Yang Positif Pada Mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 44
  3. PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK: TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme... jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/31443PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme jurnal unpad ac share article view 31443
  4. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13625Login ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal unpad ac prosiding article view 13625
Read online
File size982.91 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test