BUMIGORABUMIGORA
Humanitatis : Journal of Language and LiteratureHumanitatis : Journal of Language and LiteraturePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis struktur kalimat yang digunakan pada setiap tahap alur cerita dalam film The Hobbit: An Unexpected Journey dan mendiskripsikan struktur kalimat melalui tree-diagram. Penelitian ini menggunakan strategi mixed method penelitian pada struktur kalimat yang menjawab jenis kalimat yang digunakan dalam tahap-tahap alur cerita dan penjelasan dalam bentuk tree-diagram dari film The Hobbit: An Unexpected Journey. Data penelitian bersifat kualitatif dan diperoleh dari dialog dalam film tersebut. Data dikumpulkan melalui metode mendengarkan dan mencatat, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan sintaksis dalam tahap-tahap alur cerita. Data yang diperoleh dihitung menggunakan rumus Bungin untuk mengetahui persentase setiap jenis kalimat. Analisis menunjukkan kehadiran empat jenis struktur kalimat: kalimat sederhana, kalimat majemuk, kalimat kompleks, dan kalimat majemuk-kompleks. Film The Hobbit: An Unexpected Journey memiliki 1298 kalimat, di mana kalimat sederhana mendominasi sebanyak 62% (809 kalimat), diikuti kalimat majemuk (24%, 308 kalimat), kalimat kompleks (10%, 125 kalimat), dan kalimat majemuk-kompleks (4%, 56 kalimat). Tree-diagram menunjukkan variasi frasa seperti frasa keterangan, frasa verbal, frasa pronominal, dan frasa adverbia.
An Unexpected Journey menggunakan semua jenis struktur kalimat (sederhana, majemuk, kompleks, dan majemuk-kompleks).Kalimat sederhana mendominasi film sebanyak 62%, terutama pada tahap rising action karena kebutuhan penonton untuk memahami alur cerita.Tree-diagram menunjukkan penggunaan berbagai frasa seperti frasa keterangan dan frasa adverbia.Penggunaan variasi struktur kalimat membuat film lebih menarik dan mudah dipahami.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis semantik frase keterangan dalam film fantasi untuk memahami kontribusi makna terhadap pesan moral. Peneliti juga bisa mengkaji peran pragmatik dialog dalam membangun karakter tokoh sentral film. Selain itu, perbandingan struktur sintaksis dialog antar-genre film (fantasi vs drama sejarah) dapat mengungkap pola penggunaan kalimat kompleks dalam konteks budaya yang berbeda.
- 0. pdf obj metadata endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents hf c7 ht z9 wf zx yy uuv... iosrjournals.org/iosr-jhss/papers/Vol17-issue6/K01767780.pdf?id=73630 pdf obj metadata endobj procset text imageb imagec imagei mediabox contents hf c7 ht z9 wf zx yy uuv iosrjournals iosr jhss papers Vol17 issue6 K01767780 pdf id 7363
- Syntactic Analysis of Sentence Structure in “The Hobbit: An Unexpected Journeyâ€... doi.org/10.30812/humanitatis.v8i2.1635Syntactic Analysis of Sentence Structure in yCeThe Hobbit An Unexpected JourneyyC doi 10 30812 humanitatis v8i2 1635
| File size | 1.04 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 5,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji F KualitasHal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 5,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil uji F Kualitas
UKRIMUKRIM Terapi Perilaku Kognitif (CBT) terbukti efektif dalam menangani berbagai masalah psikologis baik di tingkat internasional maupun di Indonesia. CBT merupakanTerapi Perilaku Kognitif (CBT) terbukti efektif dalam menangani berbagai masalah psikologis baik di tingkat internasional maupun di Indonesia. CBT merupakan
ST3BST3B Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang cinta uang menurut 1 Timotius 6:10 di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Cabang Tanjungpinang,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang cinta uang menurut 1 Timotius 6:10 di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Cabang Tanjungpinang,
STT SUSTT SU Kemudian ditinjau dengan Alkitab yang menjadi dasar bagi gereja untuk melakukan pemuridan dan ternyata berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa gerejaKemudian ditinjau dengan Alkitab yang menjadi dasar bagi gereja untuk melakukan pemuridan dan ternyata berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa gereja
STT SUSTT SU Hal ini sejalan dengan maksud yang diinginkan oleh Tuhan Yesus supaya semua orang tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Dalam penelitianHal ini sejalan dengan maksud yang diinginkan oleh Tuhan Yesus supaya semua orang tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Dalam penelitian
STTKAOSTTKAO Gereja merupakan sebuah komunitas yang terikat oleh janji-janji, dengan visi yang menyertainya. Setiap individu dalam komunitas tersebut memiliki komitmenGereja merupakan sebuah komunitas yang terikat oleh janji-janji, dengan visi yang menyertainya. Setiap individu dalam komunitas tersebut memiliki komitmen
STTABSTTAB Dengan membekali anak melalui pengajaran firman Tuhan serta menjadi teladan hidup yang konsisten, orang tua dapat menuntun anak menuju pertumbuhan rohaniDengan membekali anak melalui pengajaran firman Tuhan serta menjadi teladan hidup yang konsisten, orang tua dapat menuntun anak menuju pertumbuhan rohani
STTAASTTAA Gereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannyaGereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannya
Useful /
UnwahasUnwahas Puncak peresepan terjadi pada November 2022, Seftriakson termasuk dibagian segmen DU 90% dan Sefotaksim pada segmen DU 10%. Hasil evaluasi dengan metodePuncak peresepan terjadi pada November 2022, Seftriakson termasuk dibagian segmen DU 90% dan Sefotaksim pada segmen DU 10%. Hasil evaluasi dengan metode
UNKRISWINAUNKRISWINA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep penyertaan (deelneming) dalam tindak pidana penyelundupan manusia (people smuggling) di IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep penyertaan (deelneming) dalam tindak pidana penyelundupan manusia (people smuggling) di Indonesia
STT SUSTT SU Untuk tujuan itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelusuran tentang ciri-ciri gereja yang sehat dapat memberikan pemahaman bahwaUntuk tujuan itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Penelusuran tentang ciri-ciri gereja yang sehat dapat memberikan pemahaman bahwa
STT SUSTT SU Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap bertambahnya pengertian dan pengalaman bagi peneliti secara pribadi dan diharapkan bermanfaatPenelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap bertambahnya pengertian dan pengalaman bagi peneliti secara pribadi dan diharapkan bermanfaat