UM PalembangUM Palembang

Balance : Jurnal Akuntansi dan BisnisBalance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis

Taksonomi hijau atau green taxonomy adalah pedoman untuk mengklasifikasikan perusahaan dalam menjalankan aktivitas ekonomi sesuai regulasi ESG yang berdampak pada pendanaan. Namun, perubahan dari Taksonomi Hijau Indonesia (THI) menjadi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) menyebabkan pengklasifikasian menjadi lebih samar. Selain itu, program ini masih bersifat sukarela, self-assessment, dan tanpa perhitungan pihak ketiga, meningkatkan potensi greenwashing. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi optimalisasi penerapan taksonomi hijau di Indonesia guna mengurangi subjektivitas klasifikasi perusahaan. Dengan metode kualitatif deskriptif dan studi komparatif, penelitian ini membandingkan penerapan taksonomi hijau di Uni Eropa yang telah memiliki tools pengklasifikasian berbasis pihak ketiga. Peneliti mengusulkan aplikasi Kalkulator Self-Assessment berbasis TKBI untuk mengurangi bias, terinspirasi dari EU Taxonomy Calculator. Selain itu, penelitian ini mengkaji rekomendasi bentuk TKBI yang lebih komprehensif sesuai prinsip MECE melalui analisis best practice global dan sinergi pentahelix stakeholder.

Penegasan segmentasi hasil klasifikasi Taksonomi Hijau dapat diperkuat melalui penerapan prinsip MECE (Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive), dengan mempertahankan tiga kategori (merah, kuning, hijau) yang disertai indikator teknis yang terstandarisasi agar klasifikasi menjadi jelas, objektif, dan tidak tumpang tindih.Inovasi dalam pengembangan Kalkulator Self-Assessment berbasis TKBI memungkinkan perusahaan melakukan simulasi mandiri status keberlanjutan mereka secara transparan, serta menerima panduan dan verifikasi pihak ketiga, sehingga meningkatkan akurasi penilaian dan kesiapan implementasi.Selain itu, keberhasilan keuangan berkelanjutan membutuhkan analisis kolaboratif antar-stakeholder dalam pendekatan Pentahelix.Pemerintah, industri, media, akademisi, dan masyarakat sipil memiliki peran strategis yang saling melengkapi untuk membangun sistem taksonomi hijau yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan, dengan memperkuat sinergi lintas sektor serta berbagi tanggung jawab dalam pelaksanaan taksonomi hijau di Indonesia.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan adanya kajian lebih mendalam terkait efektivitas indikator tambahan dalam meningkatkan keakuratan klasifikasi serta uji coba implementasi sistem berbasis digital yang lebih interaktif, seperti pengembangan aplikasi Kalkulator Self-Assesment sebagai alat bantu yang lebih terstandardisasi. Selain itu, studi lanjutan mengenai peran independen auditor atau pihak ketiga dalam memverifikasi pelaporan keberlanjutan perusahaan dapat menjadi topik penelitian yang relevan guna memperkuat integritas dan kredibilitas sistem taksonomi hijau di Indonesia.

Read online
File size836.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test