UM PalembangUM Palembang

Balance : Jurnal Akuntansi dan BisnisBalance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan e-government dan partisipasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa dengan Good Government Governance (GGG) sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan responden terdiri dari anggota Badan Permusyawaratan Desa, Dewan Desa, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS v.4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-government dan partisipasi masyarakat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemerintah desa. GGG terbukti memperkuat pengaruh penerapan e-government terhadap kinerja pemerintah desa, namun tidak signifikan dalam memoderasi pengaruh partisipasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kinerja melalui penerapan e-government dan partisipasi masyarakat, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip GGG.

Penelitian ini menemukan bahwa implementasi e-government dan partisipasi masyarakat secara signifikan meningkatkan kinerja pemerintah desa di Bantul.Good Government Governance (GGG) terbukti memperkuat pengaruh e-government terhadap kinerja, namun tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara partisipasi masyarakat dan kinerja pemerintah desa.Studi ini memiliki keterbatasan geografis dan responden, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan, menambah variabel, serta menggunakan metode campuran dan melibatkan lebih banyak perspektif masyarakat.

Penelitian ini memberikan dasar penting, namun masih ada ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperdalam pemahaman tentang tata kelola pemerintahan desa. Salah satu arah penelitian lanjutan yang sangat menarik adalah menyelidiki mengapa prinsip Good Government Governance (GGG) tidak secara signifikan memoderasi pengaruh partisipasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa, sebuah temuan penting dari studi ini. Studi mendatang dapat menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan desa termasuk tokoh masyarakat dan aktivis lokal, serta fokus grup diskusi, untuk mengungkap faktor-faktor sosio-kultural, dinamika kekuasaan lokal, dan hambatan institusional yang mungkin menghambat GGG dalam memperkuat dampak partisipasi warga. Ini akan membantu menjelaskan bagaimana konteks lokal memengaruhi interaksi antara tata kelola baik dan keterlibatan masyarakat. Selanjutnya, mengingat tantangan literasi digital yang disinggung di latar belakang, sebuah studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis bagaimana tingkat literasi digital di kalangan aparat desa dan masyarakat memengaruhi efektivitas implementasi e-government dan peran GGG dalam meningkatkan kinerja. Penelitian ini bisa membandingkan desa dengan inisiatif peningkatan literasi digital yang berbeda atau tingkat adopsi teknologi yang bervariasi, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam menjembatani kesenjangan digital dan dampaknya terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel. Terakhir, untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci, penelitian berikutnya dapat berfokus pada dampak spesifik dari berbagai jenis platform e-government (misalnya, sistem informasi keuangan desa, portal layanan mandiri warga, atau aplikasi pengaduan publik) terhadap dimensi kinerja pemerintah desa yang berbeda. Studi ini bisa menganalisis bagaimana setiap platform berinteraksi dengan prinsip-prinsip GGG tertentu (misalnya, transparansi anggaran dengan platform keuangan, atau responsivitas layanan dengan aplikasi pengaduan) dalam mencapai tujuan kinerja yang spesifik. Pendekatan ini akan memberikan rekomendasi yang lebih terarah bagi pemerintah desa dalam memilih dan mengoptimalkan teknologi digital.

Read online
File size807.62 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test