UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu KeislamanAl-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman

Khitan atau sirkumsisi adalah tindakan pengangkatan kulit penutup penis. Dalam masyarakat Banjar, perayaan khitan disebut basunat, yang merupakan salah satu tahap penting dalam kehidupan mereka. Basunat sebagai ritual peralihan menjaga kolektivitas dan integrasi masyarakat Banjar. Dari sudut pandang antropologi, basunat dapat dipahami sebagai kondisi liminal, yaitu kondisi antara dua tahap kehidupan. Sementara dari sudut pandang filsafat, tradisi ini merefleksikan eksistensi manusia dan hubungannya dengan eksistensi lainnya.

Basunat adalah tradisi peralihan yang dilakukan oleh masyarakat Banjar saat melaksanakan khitan, yang diisi dengan berbagai aktivitas ritual.Secara antropologis, basunat dapat dipahami sebagai kondisi liminal, yaitu kondisi reflektif formatif yang mempersiapkan individu untuk menjadi dewasa.Secara filosofis, basunat mengingatkan manusia akan kondisi eksistensialnya dan pentingnya menjaga harmoni dengan eksistensi lainnya.Meskipun tradisi basunat mulai memudar, makna filosofisnya tetap bertahan dan penting untuk dijaga demi kemaslahatan manusia.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi basunat dengan tradisi khitan di daerah lain, terutama dalam hal makna antropologis dan filosofisnya. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengaruh modernisasi terhadap tradisi basunat dan bagaimana masyarakat Banjar mempertahankan makna filosofis tradisi tersebut. Terakhir, studi tentang peran gender dalam tradisi basunat dan bagaimana tradisi ini merefleksikan hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat Banjar juga dapat menjadi topik menarik untuk dijelajahi.

Read online
File size207.24 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test