UNJAUNJA

Limbago: Journal of Constitutional LawLimbago: Journal of Constitutional Law

Penelitian ini membahas interpretasi konstitusional Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-undang Pemilu No. 7 Tahun 2017, khususnya melalui Putusan No. 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah batas usia minimal calon presiden dan wakil presiden menjadi di bawah 40 tahun jika memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. Latar belakang penelitian adalah kontroversi putusan tersebut yang dinilai melampaui kewenangan MK dan memengaruhi fairness demokrasi elektoral menjelang Pemilu 2024, di tengah dugaan konflik kepentingan. Tujuan Penelitian adalah menganalisis dasar hukum interpretasi MK, keselarasannya dengan prinsip kedaulatan rakyat dan perlindungan hak politik berdasarkan UUD 1945, serta implikasi yuridis dan politik terhadap sistem pemilu. Kegunaan penelitian ini adalah memberikan kontribusi akademik bagi studi hukum tata negara, pemahaman kritis tentang judicial activism, dan rekomendasi reformasi untuk menjaga stabilitas demokrasi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan library research, melibatkan analisis dokumen hukum seperti UUD 1945, UU Pemilu, Putusan MK, serta literatur akademik, melalui teknis analisis kualitatif deskriptif.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 menunjukkan upaya MK dalam menjaga hak politik warga negara dengan memperluas syarat pencalonan presiden dan wakil presiden.Namun, putusan ini memicu kontroversi terkait batas kewenangan MK dalam proses legislasi.Implikasi yuridis dan politiknya berpotensi mengganggu prinsip checks and balances serta menimbulkan kekhawatiran tentang independensi lembaga peradilan konstitusi.Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara perlindungan hak konstitusional dan kestabilan demokrasi dalam sistem pemilu Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak judicial activism Mahkamah Konstitusi terhadap stabilitas demokrasi Indonesia melalui analisis longitudinal terhadap putusan-putusan konstitusi. Selain itu, perlu dikaji bagaimana mekanisme checks and balances dapat diperkuat untuk mencegah ekspansi kewenangan lembaga yudisial dalam pembentukan norma hukum. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan kerangka kerja transparansi dalam interpretasi konstitusional untuk meningkatkan kredibilitas keputusan Mahkamah Konstitusi dalam konteks persaingan politik yang dinamis.

  1. Judicial Activism on Indonesia’s Constitutional Court Verdict on the Judicial Review of Job Creation... doi.org/10.26740/ijalgov.v1i02.39279Judicial Activism on IndonesiaAos Constitutional Court Verdict on the Judicial Review of Job Creation doi 10 26740 ijalgov v1i02 39279
  2. Reconstruction of the 1945 Constitution for strengthening the legal framework of Indonesia Environmental... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/2172Reconstruction of the 1945 Constitution for strengthening the legal framework of Indonesia Environmental jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 2172
  3. Guarding Democracy: Judicial Activism in the Indonesian Constitutional Court Decisions in Regional Head... consrev.mkri.id/index.php/const-rev/article/view/2160Guarding Democracy Judicial Activism in the Indonesian Constitutional Court Decisions in Regional Head consrev mkri index php const rev article view 2160
  4. Legal Politics in the Perspective of the Constitutional Court's Decision on Presidential and Vice... journal.formosapublisher.org/index.php/jlca/article/view/13600Legal Politics in the Perspective of the Constitutional Courts Decision on Presidential and Vice journal formosapublisher index php jlca article view 13600
Read online
File size396.03 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test