IPM2KPEIPM2KPE

Jurnal Kesmas AsclepiusJurnal Kesmas Asclepius

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gaya pacaran dan memeriksa asosiasinya dengan perilaku pacaran berisiko pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Denpasar, Indonesia. Studi ini menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 402 siswa kelas X dan XI dari empat SMA Negeri di Kota Denpasar yang sedang dalam hubungan romantis. Data dikumpulkan menggunakan Skala Sikap Cinta (Love Attitudes Scale) dalam bentuk singkat, yang mengukur enam gaya pacaran: eros, ludus, storge, pragma, mania, dan agape. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil menunjukkan bahwa gaya pacaran pragma adalah yang paling dominan, diikuti oleh kombinasi gaya dan eros. Sebanyak 57 responden (14,18%) melaporkan perilaku pacaran berisiko, dengan berciuman sebagai perilaku yang paling umum (56,14%). Analisis bivariat menunjukkan asosiasi signifikan antara gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko (p = 0,023). Gaya ludus memiliki proporsi perilaku berisiko tertinggi (42,9%), diikuti oleh mania (25,0%) dan eros (19,0%), sedangkan pragma (7,0%), agape (7,1%), dan storge (12,2%) menunjukkan proporsi yang lebih rendah. Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat pendidikan dan intervensi pencegahan perilaku pacaran berisiko dengan mempertimbangkan perbedaan gaya pacaran remaja.

Karakteristik pacaran remaja di SMA negeri Kota Denpasar menunjukkan bahwa gaya pacaran yang paling umum adalah pragma, diikuti oleh eros, gaya kombinasi, storge, mania, agape, dan ludus.Sebagian besar responden tidak melaporkan perilaku pacaran yang berisiko.Di antara mereka yang melaporkan perilaku berisiko, berciuman adalah perilaku yang paling sering dilaporkan, diikuti oleh kombinasi perilaku, petting, necking, dan hubungan seksual.Pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMA negeri Kota Denpasar.Gaya eros, ludus, dan mania menunjukkan proporsi perilaku pacaran berisiko yang lebih tinggi, sedangkan storge dan pragma lebih sering dikaitkan dengan perilaku yang tidak berisiko.Temuan ini sejalan dengan bukti terkini yang menunjukkan bahwa karakteristik hubungan romantis dan sikap relasional remaja berkaitan dengan pola perilaku seksual berisiko.Hubungan yang teramati ini memberikan dasar empiris untuk mengembangkan intervensi bagi remaja yang mempertimbangkan perbedaan gaya pacaran, alih-alih memperlakukan remaja sebagai kelompok yang homogen.Strategi pencegahan sebaiknya menekankan pada hubungan romantis yang sehat, pendidikan kesehatan seksual yang tepat, serta identifikasi dini terhadap remaja yang mungkin lebih rentan terhadap perilaku pacaran berisiko.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengatasi perilaku pacaran berisiko pada remaja SMA. Pertama, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan gaya pacaran remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah perilaku pacaran berisiko. Kedua, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi remaja tentang gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko. Wawancara mendalam dan fokus kelompok dapat membantu kita memahami bagaimana remaja memahami dan mengelola hubungan romantis mereka. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko sepanjang masa remaja. Dengan memahami dinamika perubahan ini, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih tepat waktu dan efektif.

  1. Adolescent Experience with Unwanted Pregnancy: A Scoping Review | International Journal of Health Science... ejournal.unisayogya.ac.id/index.php/ijhst/article/view/1967Adolescent Experience with Unwanted Pregnancy A Scoping Review International Journal of Health Science ejournal unisayogya ac index php ijhst article view 1967
  2. Hubungan Gaya Berpacaran dan Paparan Pornografi terhadap Perilaku Seksual Berisiko Remaja di SMA Negeri... doi.org/10.54259/sehatrakyat.v4i2.4608Hubungan Gaya Berpacaran dan Paparan Pornografi terhadap Perilaku Seksual Berisiko Remaja di SMA Negeri doi 10 54259 sehatrakyat v4i2 4608
  3. Determinasi Kejadian Perilaku Seksual Pranikah dalam Aktivitas Pacaran Remaja di Kalimantan Tengah |... doi.org/10.33084/jsm.v7i1.2232Determinasi Kejadian Perilaku Seksual Pranikah dalam Aktivitas Pacaran Remaja di Kalimantan Tengah doi 10 33084 jsm v7i1 2232
  4. Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah. analisis faktor perilaku pacaran remaja jurnal keperawatan aisyiyah... journal.unisa-bandung.ac.id/index.php/jka/article/view/483Jurnal Keperawatan Aisyiyah analisis faktor perilaku pacaran remaja jurnal keperawatan aisyiyah journal unisa bandung ac index php jka article view 483
  5. Analisis Faktor Perilaku Seks Pranikah Remaja Indonesia dalam Data SDKI 2017 | SASKARA:... doi.org/10.21009/Saskara.042.03Analisis Faktor Perilaku Seks Pranikah Remaja Indonesia dalamADataASDKIA2017 SASKARA doi 10 21009 Saskara 042 03
Read online
File size378.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test