UNKRISUNKRIS

PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public AffairsPANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Bunaken National Park, Kota Manado. Pengembangan pariwisata di kawasan ini memiliki potensi ekonomi yang besar, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal koordinasi antar pemangku kepentingan. Secara teoritis, keberhasilan kolaborasi dipengaruhi oleh starting conditions, trust building, power imbalance, dan commitment to process (Ansell & Gash, 2008). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah, masyarakat lokal, serta pelaku usaha pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance belum berjalan secara optimal. Kondisi awal yang lemah, rendahnya tingkat kepercayaan, ketimpangan kekuasaan, serta komitmen yang belum konsisten menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas kolaborasi. Dampaknya, koordinasi antar stakeholder menjadi kurang efektif, partisipasi terbatas, serta kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan pariwisata belum berkembang secara optimal. Selain itu, keterbatasan aksesibilitas, fasilitas, dan kelembagaan turut mempengaruhi keberlanjutan destinasi wisata. Oleh karena itu, diperlukan penguatan collaborative governance melalui peningkatan koordinasi, transparansi, keseimbangan peran stakeholder, serta penguatan komitmen jangka panjang guna mendukung pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Pengelolaan pariwisata di kawasan Bunaken National Park belum optimal karena implementasi collaborative governance yang tidak efektif.Empat indikator collaborative governance (starting conditions, trust building, power imbalance, commitment to process) masih menunjukkan kelemahan.Kondisi awal yang tidak selaras, rendahnya kepercayaan, dominasi pemerintah, dan komitmen yang tidak konsisten menghambat kolaborasi.Dampaknya, aspek aksesibilitas, fasilitas, dan kelembagaan masih terbatas, meskipun daya tarik alam tinggi.Efektivitas collaborative governance menjadi faktor kunci dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak mekanisme pembangunan kepercayaan terhadap efektivitas kolaborasi di Bunaken National Park. Selain itu, analisis peran ketimpangan kekuasaan dalam memengaruhi partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan perlu dikembangkan. Terakhir, studi tentang pengaruh komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan program kolaboratif di kawasan konservasi menjadi arah penelitian yang relevan. Tiga saran ini memperluas temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek dinamika hubungan antar pemangku kepentingan, struktur kekuasaan, dan keberlanjutan program. Penelitian yang lebih mendalam tentang interaksi antara faktor struktural dan proses kolaboratif dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan tata kelola pariwisata berkelanjutan.

Read online
File size424.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test