IPM2KPEIPM2KPE

Jurnal Kesmas AsclepiusJurnal Kesmas Asclepius

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Cut Meutia Aceh Utara dengan jumlah responden sebanyak 97 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penerapan bedside handover dan keselamatan pasien serta lembar observasi pelaksanaan bedside handover. Analisis data dilakukan secara Univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerapan bedside handover berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,04. Dimensi kualitas informasi memiliki nilai rata-rata tertinggi (4,16), sedangkan dimensi lingkungan dan dukungan memiliki nilai rata-rata terendah (3,80). Hasil observasi menunjukkan tingkat kepatuhan pelaksanaan bedside handover sebesar 91,9%. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien (ρ = 0,260; p = 0,010). Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan bedside handover maka semakin tinggi tingkat keselamatan pasien. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Peningkatan kualitas pelaksanaan bedside handover dapat mendukung komunikasi yang efektif, kesinambungan pelayanan, dan upaya peningkatan keselamatan pasien di rumah sakit.

Penerapan bedside handover di RSUD Cut Meutia Aceh Utara berada pada kategori baik dengan tingkat kepatuhan observasi sebesar 91,9%.Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien (ρ = 0,260.Semakin baik penerapan bedside handover, semakin meningkatkan keselamatan pasien.Oleh karena itu, peningkatan kualitas bedside handover perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan bedside handover terhadap keselamatan pasien. Studi dapat dilakukan untuk menilai pengaruh dukungan manajemen terhadap efektivitas bedside handover. Penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan perawat dalam meningkatkan komunikasi selama serah terima pasien. Penelitian ini juga dapat mengkaji pengaruh budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit terhadap penerapan bedside handover. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi peran pasien dalam proses bedside handover sebagai upaya meningkatkan kesinambungan pelayanan. Penelitian juga dapat mengembangkan indikator kualitas bedside handover yang lebih spesifik untuk berbagai unit pelayanan di rumah sakit. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan bedside handover. Penelitian lanjutan juga dapat mengamati perbedaan efektivitas bedside handover antara rumah sakit swasta dan pemerintah. Dengan memperluas cakupan penelitian, hasilnya dapat menjadi dasar untuk kebijakan nasional tentang keselamatan pasien. Akhirnya, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pelatihan berkelanjutan bagi perawat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi klinis.

  1. Impact of Bedside Handover on Patient Perceptions and Hospital Organizational Outcomes: A Systematic... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/jonm/3803491Impact of Bedside Handover on Patient Perceptions and Hospital Organizational Outcomes A Systematic onlinelibrary wiley doi 10 1155 jonm 3803491
  2.  . 0 mdpi.com/2039-4403/15/12/438A 0 mdpi 2039 4403 15 12 438
Read online
File size338.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test