STIKMKSSTIKMKS

Jurnal MitrasehatJurnal Mitrasehat

Latar belakang: Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu kondisi darurat pada sistem kardiovaskular yang berpotensi fatal bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Hambatan dalam penegakan diagnosis serta penanganan medis awal sering kali disebabkan oleh gejala yang tidak spesifik serta keterbatasan metode deteksi dini. Untuk itu, diperlukan pendekatan penatalaksanaan menyeluruh di Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna mengoptimalkan hasil klinis pasien. Tujuan: untuk mengevaluasi efektivitas intervensi IMA di IGD melalui telaah literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah terkini. Metode: Tinjauan sistematis berbasis protokol PRISMA, dengan sumber artikel dari database PubMed, SAGE Journals, dan ScienceDirect dalam rentang tahun 2020 hingga 2025. Hasil: Analisis terhadap lima artikel menunjukkan bahwa ketepatan waktu tindakan medis, seperti door-to-ECG dan door-to-needle time, berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kematian serta mempercepat proses pemulihan pasien. Selain itu, penerapan model keperawatan gawat darurat yang holistik terbukti mampu mempercepat penanganan, mengurangi komplikasi, dan meningkatkan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan: Dengan demikian, strategi pelayanan terintegrasi dan berbasis bukti dalam tata laksana IMA di IGD sangat diperlukan untuk menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien secara optimal.

Penanganan Infark Miokard Akut (IMA) di instalasi gawat darurat sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan intervensi medis, termasuk triase dan terapi reperfusi.Model keperawatan darurat yang menyeluruh dapat mempercepat alur pelayanan, mengurangi komplikasi, serta meningkatkan kepuasan pasien, sementara pemahaman mengenai hipofibrinolisis endogen berperan penting dalam menentukan hasil klinis.Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan terpadu berbasis bukti untuk menjamin kualitas layanan dan mengoptimalkan tingkat mortalitas.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara kuantitatif dampak penerapan model keperawatan darurat komprehensif terhadap outcome klinis pasien AMI di rumah sakit dengan tingkat fasilitas yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan. Selanjutnya, studi prospektif dapat meneliti peran biomarker fibrinolisis endogen sebagai alat stratifikasi risiko dan penyesuaian terapi pada pasien IMA di IGD, untuk menentukan apakah pemantauan biomarker tersebut meningkatkan akurasi prediksi komplikasi kardiovaskular. Terakhir, penelitian intervensi dapat menilai efektivitas dan biaya implementasi protokol waktu respons cepat (door-to-ECG, door-to-needle) yang didukung teknologi digital di lingkungan dengan sumber daya terbatas, guna menentukan kelayakan skala luas serta dampaknya terhadap mortalitas dan beban ekonomi sistem kesehatan.

  1. Role of Dedicated Cardiac Emergency Unit in Early Identification and Management of Acute Myocardial Infarction... doi.org/10.7759/cureus.11423Role of Dedicated Cardiac Emergency Unit in Early Identification and Management of Acute Myocardial Infarction doi 10 7759 cureus 11423
  2. HUBUNGAN KADAR KOLESTROL TERHADAPKEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADAPASIEN POLI JANTUNG DAN PEMBULUHDARAH... doi.org/10.37776/zked.v13i2.1184HUBUNGAN KADAR KOLESTROL TERHADAPKEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADAPASIEN POLI JANTUNG DAN PEMBULUHDARAH doi 10 37776 zked v13i2 1184
Read online
File size296.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test