KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Orang lanjut usia (lansia) secara umum memiliki berbagai permasalahan dan kerentanan, baik aspek kesehatan, mental psikologis, sosial dan ekonomi. Situasi lansia tersebut membutuhkan model pelayanan sosial yang tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing lansia, baik suku, agama, adat budaya dan kebiasaan masing-masing lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelayanan sosial yang tepat bagi lansia, khususnya Suku Rejang di Provinsi Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan tokoh Adat Masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara. Selain itu juga dilakukan studi dokumentasi untuk mengkaji pelayanan sosial bagi lansia. Hasil pendataan diolah dan dianalisa secara kualitatif sehingga mendapatkan gambaran yang jelas tentang pelayanan sosial bagi lansia dalam perspektif Suku Rejang. Hasil penelitian menunjukkan ada ditemukan nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang tentang bagaimana masyarakat memberikan pelayanan sosial bagi orang lansia. Pelayanan sosial bagi lansia yang dilaksanakan oleh masyarakat Rejang terbagi dua menjadi pelayanan yang dilakukan keluarga dan pelayanan yang dilakukan oleh komunitas atau kelompok dalam wujud lembaga adat. Dalam lingkup keluarga, pelayanan terhadap lansia dilakukan dalam bentuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan; makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sementara pelayanan lansia yang dilakukan oleh lembaga adat, dilakukan dalam bentuk aturan yang memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia oleh keluarga, dan manakala keluarga tidak memenuhi, maka akan mendapatkan sanksi dari lembaga adat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan sosial bagi lansia telah dilaksanakan oleh masyarakat Rejang melalui pelayanan keluarga dan lembaga adat.Pelayanan keluarga meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, dan memberikan dukungan spiritual.Lembaga adat memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia dan memberikan sanksi jika keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut.Dengan demikian, masyarakat Rejang memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang kuat dalam memberikan pelayanan sosial bagi lansia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di berbagai aspek, seperti kesehatan, kesejahteraan psikologis, dan interaksi sosial. Penelitian ini dapat menggunakan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Kedua, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pelayanan sosial lansia berbasis komunitas yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan modern. Model ini perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik lansia Rejang, seperti preferensi komunikasi, nilai-nilai budaya, dan sistem dukungan sosial yang ada. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam implementasi pelayanan sosial lansia berbasis kearifan lokal, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini dapat melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan keluarga lansia, untuk mendapatkan perspektif yang beragam dan komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial bagi lansia di Suku Rejang dan daerah lain di Indonesia.

  1. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi doi.org/10.24198/jppm.v6i2.19785Login ciptaan lisensi creative commons atribusi doi 10 24198 jppm v6i2 19785
Read online
File size586 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test