SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIKJURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK

Latar belakang: Hemodialisa adalah proses pembersihan darah dari zat-zat terlarut yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia atau toksin melalui proses penyaringan di luar tubuh manusia yang sisebabkan karena filtrasi pada ginjal yang tidak berfungsi. Pemeliharaan preventif merupakan langkah strategis untuk memastikan keandalan dan performa mesin hemodialisa dalam jangka panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan prosedur pemeliharaan preventif pada mesin hemodialisa (fresenius). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan preventif secara berkala dapat mengurangi resiko kerusakan mendadak hingga 30% dan meningkatkan umur operasional mesin hingga 20%. Simpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pemeliharaan preventif untuk menjamin keselamatan pasien, efisiensi operasional, dan penghematan biaya perawatan jangka panjang.

Pemeliharaan preventif secara rutin menjaga mesin hemodialisa tetap berfungsi optimal, mengurangi risiko gangguan, malfungsi, dan komplikasi pada pasien.Perawatan berkala memperpanjang masa pakai mesin serta menghemat biaya penggantian dan perbaikan darurat.Selain itu, pemeliharaan ini memastikan mesin memenuhi standar teknis dan regulasi medis, sehingga menghasilkan terapi yang konsisten dan aman.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program pemeliharaan preventif pada mesin hemodialisa di berbagai rumah sakit dengan kondisi operasional dan sumber daya manusia yang beragam, sehingga dapat menggeneralisasikan temuan serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan. Selanjutnya, pengembangan model prediksi kerusakan mesin menggunakan data sensor real‑time, seperti parameter konduktivitas, temperatur, dan tekanan dialysate, dapat menjadi arah studi untuk mengimplementasikan strategi maintenance berbasis kondisi (condition‑based maintenance) yang lebih proaktif. Selain itu, analisis biaya‑manfaat yang komprehensif antara pendekatan pemeliharaan preventif dan korektif perlu dilakukan untuk menilai dampak ekonomi jangka panjang, termasuk penghematan biaya perbaikan darurat, perpanjangan umur perangkat, dan peningkatan kepuasan pasien. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan manajemen peralatan medis dan meningkatkan kualitas layanan hemodialisis di tingkat nasional. Sebagai tambahan, studi kualitatif mengenai kompetensi dan kebutuhan pelatihan teknisi pemeliharaan dapat mengidentifikasi gap pengetahuan serta merumuskan kurikulum pelatihan yang optimal untuk memastikan pelaksanaan prosedur preventif secara konsisten dan aman. Dengan mengintegrasikan temuan dari semua studi ini, institusi kesehatan dapat merancang protokol pemeliharaan yang terstandarisasi dan berbasis bukti untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi layanan hemodialisis.

Read online
File size541.78 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test