SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIKJURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK

Infusion pump merupakan perangkat medis kategori life support yang berfungsi mengalirkan cairan atau obat ke tubuh pasien dengan laju aliran (flow rate) yang terkontrol. Mengingat keterbatasan tenaga medis dalam memantau secara manual, diperlukan alat otomatis yang mampu menghitung volume cairan dan mengatur waktu pemberian secara presisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain instrumen pada alat infusion pump. Hasil pengujian menunjukkan adanya selisih antara nilai pengaturan dan hasil aktual, yaitu 0,005% untuk 20 tts/jam, 0,25% untuk 40 tts/jam, dan 0,16% untuk 60 tts/jam. Selisih ini dipengaruhi oleh akurasi komponen dan penyempurnaan sistem pemrograman. Oleh karena itu, disarankan agar perancang alat, khususnya di bidang lebih memperhatikan pemilihan elektromedis, komponen dan standar prosedur teknis agar alat yang dikembangkan memenuhi standar klinis dan keselamatan pasien.

Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi alat penghitung kecepatan tetesan infus berbasis sistem digital, yang mencakup tahapan studi literatur, pengembangan perangkat keras dan lunak berbasis Arduino Uno, serta proses pengujian, diperoleh beberapa simpulan.Pertama, sistem mampu berfungsi dengan baik, ditunjukkan melalui tampilan data pada display yang akurat sesuai dengan jumlah tetesan yang terdeteksi oleh sensor.Hal ini membuktikan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler berjalan secara optimal.Kedua, Arduino Uno efektif digunakan sebagai pengendali sistem monitoring tetesan infus.Meskipun terdapat deviasi kecil dalam pembacaan, akurasi sistem masih berada dalam batas yang dapat diterima, sehingga alat ini layak dikembangkan lebih lanjut sebagai prototipe alat monitoring infus yang efisien dan ekonomis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan sensor ultrasonik sebagai alternatif atau pelengkap sensor optik pada sistem penghitung tetesan infus untuk meningkatkan akurasi deteksi pada kondisi cairan yang bervariasi. Selanjutnya, diperlukan pengembangan algoritma kontrol adaptif yang dapat mengompensasi toleransi komponen elektronik serta waktu eksekusi perangkat lunak, sehingga mengurangi deviasi antara nilai pengaturan dan hasil aktual. Penelitian juga dapat mengintegrasikan modul komunikasi berbasis Internet of Things (IoT) dengan analisis data real‑time untuk memberikan peringatan keamanan dan visualisasi yang dapat diakses oleh tenaga medis secara remote. Selain itu, studi komparatif antara platform mikrokontroler seperti Arduino Uno dan Node MCU dalam hal konsumsi daya, responsivitas, dan kemudahan pemrograman dapat memberikan pedoman pemilihan perangkat keras yang optimal. Akhirnya, uji klinis skala kecil pada pasien nyata diperlukan untuk menilai dampak penggunaan sistem otomatis ini terhadap beban kerja tenaga medis dan keselamatan pasien.

Read online
File size513.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test