MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Masyarakat risiko tinggi menderita DM dan tidak melakukan pemeriksaan deteksi dini ternyata 175 (24,9%) orang diantaranya menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan perilaku CERDIK dengan kadar gula darah usia produktif risiko tinggi DM Tipe 2 di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung sebanyak 231 orang dengan jumlah sampel sebanyak 144 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p-value=0,00 OR=3,1), enyahkan asap rokok (p-value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p-value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p-value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p-value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p-value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p-value 0,00 dengan OR=3,6. Hendaknya kepada Puskesmas melakukan skrining Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) pada usia produktif risiko tinggi DM, serta melakukan inovasi seperti penyediaan layanan konseling jiwa bagi usia produktif risiko tinggi penyakit degeneratif DM.

Berdasarkan penelitian tentang Hubungan Perilaku Cerdik Dengan Kadar Gula Darah Pada Usia Produktif Risiko Tinggi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p value=0,00 OR=3,1), perilaku enyahhan asap rokok (p value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah.Variabel dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p value 0,00 dengan Eksponen B=3,6.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan inovasi dalam pengelolaan stress pada usia produktif risiko tinggi penyakit degenerative DM. Salah satunya adalah dengan melakukan skrining SRQ-20 sebagai upaya deteksi dini gangguan mental emosional. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena DM. Dengan demikian, upaya pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan secara efektif, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari penyakit DM.

Read online
File size333.35 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test