UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Anak-anak merupakan manusia yang berada pada usia muda yang mudah terpengaruh dengan keadaan sekitarnya. Karena anak-anak tersebut mudah terpengaruh, mereka dapat menciptakan lingkungan ibadah yang tidak kondusif, yang mengakibatkan anak-anak ini sering dimarahi, hingga dicubit oleh pengasuh mereka. Hal ini berdampak pada pribadi mereka, yang mana mereka sulit memfokuskan diri dalam ibadah, sekaligus sulit mengalami kehadiran Allah dalam ibadah yang mereka ikuti. Dengan demikian, pendampingan pastoral kepada anak-anak SM/TPI Jenjang Anak Tanggung usia 10-12 tahun, khususnya di Jemaat GPM Wapsalit-Metar di Maluku, terkait masalah ini perlu dilakukan.

Anak-anak SM/TPI Jenjang Anak Tanggung Jemaat GPM Wapsalit-Metar dalam realitasnya menunjukkan sikap yang beragam dalam beribadah.Ada yang mengikuti ibadah dengan baik dan ada yang kurang baik dalam mengikuti ibadah, seperti.ribut dengan teman di sebelahnya, tidak peduli saat pengasuh berada di depan, dan asyik dengan teman-temannya.Terkait dengan sikap anak-anak SM/TPI Jenjang Anak Tanggung Jemaat GPM Wapsalit-Metar yang kerap ditunjukkan pada saat ibadah, sering kali pemberian nasihat merupakan bentuk pendampingan pastoral yang kerap kali dilakukan oleh pengasuh.Selain itu, tindak kekerasan sering kali juga ditempuh oleh pengasuh, agar anak-anak mau untuk fokus dan mendengar pengasuh yang sementara memimpin ibadah.Dengan realitas yang ada, pendampingan pastoral yang relevan dibangun bagi anak-anak tersebut ialah melalui hubungan kerjasama antara pengasuh dan orang tua agar bertanggung jawab bersama-sama terhadap karakter dan kerohanian anak-anak tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi teknologi dalam pendampingan pastoral anak-anak SM/TPI, misalnya melalui media interaktif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam ibadah. Selain itu, perlu dikembangkan pelatihan khusus bagi pengasuh tentang metode pendampingan non-kekerasan yang berbasis teologi dan psikologi perkembangan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam mendukung pembentukan karakter Kristiani anak-anak melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan program gereja.

Read online
File size965.77 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test