UKIMUKIM

MARINYO: Jurnal Teologi KontekstualMARINYO: Jurnal Teologi Kontekstual

Artikel ini mengkaji pemanfaatan pohon mayang (Arenga pinnata) dalam perspektif teologi ekonomi di Jemaat GPM Akoon, Maluku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat pohon mayang bagi kesejahteraan jemaat, menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari pemanfaatannya, serta merumuskan refleksi teologi ekonomi atas praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon mayang memiliki potensi ekonomi yang besar, tapi pemanfaatannya masih didominasi oleh produksi sopi yang berisiko menimbulkan persoalan sosial dan etis. Dalam perspektif teologi ekonomi, gereja dipanggil untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam yang adil, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Artikel ini menyimpulkan bahwa diversifikasi pemanfaatan pohon mayang, serta penguatan peran gereja sebagai fasilitator pemberdayaan umat dapat meningkatkan kesejahteraan jemaat, sekaligus mewujudkan nilai-nilai etika Kristen.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pohon aren sebagai sumber ekonomi serta merefleksikannya dalam perspektif teologi ekonomi.Berdasarkan hasil penelitian, pohon aren dipahami oleh jemaat setempat sebagai sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan teologis yang penting bagi keberlangsungan hidup keluarga jemaat.Pengelolaan pohon aren memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi jemaat, sehingga dipandang sebagai sarana berkat Allah bagi kehidupan umat.Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pengelolaan yang berfokus pada produksi minuman sopi menimbulkan dampak sosial dan moral yang bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan Kristen ketika tidak dikelola secara bertanggung jawab.Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara kepentingan ekonomi dan panggilan iman dalam kehidupan jemaat.Dalam perspektif teologi ekonomi, pengelolaan pohon aren seharusnya dimaknai sebagai bentuk penatalayanan atas ciptaan Allah yang mengedepankan kesejahteraan bersama, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap kehidupan.Dengan demikian, ekonomi jemaat setempat tidak berdiri terpisah dari iman, melainkan menjadi bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kehidupan yang memuliakan Allah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, pengelolaan pohon aren di Jemaat GPM Akoon perlu ditindaklanjuti melalui pendekatan teologis, sosial, dan ekonomi yang terintegrasi. Gereja, khususnya Jemaat GPM Akoon, memiliki tanggung jawab moral dan pastoral untuk mendampingi jemaat dalam mengelola sumber daya alam sebagai bagian dari panggilan iman dan penatalayanan atas ciptaan Allah. Gereja disarankan untuk mengembangkan pendidikan dan pembinaan ekonomi jemaat berbasis teologi ekonomi. Selain itu, gereja perlu mendorong diversifikasi pengelolaan pohon aren melalui pengembangan produk non-alkohol, seperti gula aren dan cuka aren, guna mengurangi ketergantungan pada produksi sopi dan meminimalkan dampak sosial yang merugikan. Penelitian ini juga merekomendasikan kerjasama antara gereja, pemerintah, dan lembaga terkait dalam bentuk pelatihan, pendampingan usaha, dan akses pasar. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengkaji model pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis sumber daya lokal dalam perspektif teologi kontekstual.

Read online
File size737.1 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test