UKIMUKIM

PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Penelitian ini mengkaji integrasi misiologi dan teori budaya populer Gordon Lynch yang berfokus pada representatif penyandang disabilitas dalam film Miracle In Cell No.7 dengan menggunakan metode pendekatan analisis naratif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami film sebagai media yang disukai oleh berbagai kalangan pada masa kini, yang ternyata mampu menjadi sumber bermisi yang transformatif dan modern dalam mengenal kehidupan manusia tanpa perlu berinteraksi secara langsung. Pendekatan analisis naratif digunakan karena media yang dipakai sebagai teks kajian adalah film. Cerita film perlu dijelaskan dan dinarasikan demi hasil analisa yang komprehensif dan holistik, serta didukung penelitian pustaka untuk mengidentifikasi nilai-nilai Kekristenan dari film Miracle in Cell No.7 yang akan memberi motivasi bagi penyandang disabilitas sebagai upaya pembebasan dari kondisi diskriminasi, penindasan, dan ketidakadilan. Ini adalah fungsi film yang sesungguhnya, yaitu: industrial, artistik, dan komunikatif. Film berasal dari bentuk pengekspresian budaya yang diaplikasikan memakai kaidah sinematografi serta sering memantulkan budaya dunia nyata dan kebiasaan unik pengarangnya. Sama seperti film, misiologi pun beranjak dari budaya, sehingga film dapat menjadi media untuk bermisi karena dapat mendeskripsikan jawaban normatif terhadap berbagai persoalan, nilai-nilai, dan praktik yang disajikan. Film Miracle In Cell No.7 dipilih karena ceritanya mirip dengan realitas penyandang disabilitas pada masa kini yang memperlihatkan bias praktik regulasi dan struktur sosial yang pro non-disabilitas. Mereka dianggap lemah, sering disalahkan atas perbuatan yang belum tentu dilakukan, dan kerapkali diperlakukan tidak pantas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong perspektif yang transformatif dan modern dalam bermisi.

Penelitian ini menunjukkan media untuk mewartakan misi Allah bagi dunia yang dapat bersumber dari mana saja dan tidak cenderung melalui khotbah atau ceramah dalam sebuah ritual.Saat ini film menjadi salah satu media yang paling digemari banyak orang dari berbagai kalangan.Film mampu merekonstruksikan realitas saat ini dalam sebuah cerita sehingga memberikan nilai kehidupan yang bisa direfleksikan dalam kehidupan setiap orang.Dengan demikian, dari film setiap orang dapat belajar dan memberikan pembelajaran mengenai segala dinamika hidup yang terjadi saat ini.Oleh sebab itu, film telah menjadi salah satu media yang tepat untuk mewartakan misi Allah bagi dunia.Seperti halnya Film Miracle In Cell No.7 yang telah merepresentasikan realitas masalah sosial masa kini, konteks kehidupan penyandang disabilitas yang didiskriminasikan telah menjadi fokus utama dalam penelitian penulis ini dengan empat poin utama persoalan, yakni.kekerasan, penindasan, diskriminasi, dan ketidakadilan terhadap penyandang distabilitas.Oleh karena realitas itu, teologi disabilitas dibangun untuk merekonstruksi persoalan sosial melalui film sebagai budaya populer yang merupakan second-reality.Selain itu, kaum disabilitas mampu menjadi subjek dan objek misi Allah.Kristus menjadikan penyandang disabilitas sebagai salah satu lokus pelayanannya di dunia.Oleh karena itu, gereja di seluruh dunia saat ini sedang menyatakan sikap misinya dalam ajaran dan gerakan-gerakan kemanusiaannya seperti GPM yang terus melakukan aksinya dalam pelayanan yang ditujukan kepada penyandang disabilitas, walaupun hal ini belum maksimal.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang peran film dalam bermisi, khususnya dalam konteks penyandang disabilitas. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana film dapat menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan misiologi dan menginspirasi perubahan sosial. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam proses produksi film, sehingga mereka tidak hanya menjadi objek misi, tetapi juga subjek yang aktif dalam proses bermisi. Terakhir, penelitian ini juga dapat mengkaji lebih dalam tentang bagaimana film dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan empati terhadap penyandang disabilitas, serta mendorong inklusi sosial dan perubahan sikap masyarakat terhadap mereka.

Read online
File size868.51 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test