POLIJEPOLIJE

Journal of Food EngineeringJournal of Food Engineering

Sanitasi dan higiene merupakan hal penting yang sangat perlu diperhatikan dalam proses pengolahan bahan pangan. Saat ini, khususnya di Jawa Timur banyak terdapat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terutama pada bidang pengolahan pangan. Penerapan sanitasi dan higiene pada beberapa UMKM masih jarang diperhatikan. UMKM Y merupakan salah satu UMKM yang bergerak pada bidang pengolahan pangan berbasis perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proses pengolahan berdasarkan penerapan sanitasi dan higiene berdasarkan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Pengamatan proses pengolahan perikanan dilakukan secara langsung di UMKM Y menggunakan metode observasi dan wawancara dengan narasumber. Hasil observasi menunjukkan bahwa mulai dari lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi dan higiene untuk proses dan karyawan pada UMKM Y masuk dalam kategori cukup memenuhi standar Good Manufacturing Process (GMP). Produk akhir yang dihasilkan pada UMKM Y tidak terdeteksi adanya cemaran Escherichia coli. Sehingga, UMKM Y dinyatakan layak melakukan proses pengolahan pangan khususnya hasil perikanan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka UMKM Y dapat dikatakan layak melakukan proses pengolahan teri crispy.Hal ini dapat dilihat dari beberapa parameter seperti kondisi lokasi, bangunan, fasilitas, serta penerapan sanitasi dan higiene pada proses produksi dan karyawan telah cukup memenuhi standar Good Manufacturing Process (GMP).Selain itu, hasil dari pengujian cemaran mikroba pada produk akhir teri crispy yang menunjukkan hasil negatif terhadap cemaran Escherichia coli (0,0 CFU/ml).Peningkatan mutu dan keamanan produk pada UMKM Y dapat dilakukan dengan pembenahan ruang produksi yang sebaiknya ruangan untuk proses pengolahan proses, pengemasan dan penyimpanan diberikan sekat/pembatas agar tidak terjadi kontaminasi silang pada produk akhir.Selain itu, penggunaan utilitas air sebaiknya lebih diperhatikan dan dilakukan pemeriksaan untuk standar kualitas air untuk sanitasi higiene dan air untuk pengolahan produk.Penyimpanan untuk peralatan produksi juga sebaiknya ditempatkan pada wadah tertutup sehingga kebersihannya terjaga.

Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk pada UMKM Y, perlu dilakukan pembenahan ruang produksi dengan memberikan sekat atau pembatas pada ruangan proses pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang pada produk akhir. Selain itu, penggunaan utilitas air juga perlu diperhatikan dan dilakukan pemeriksaan standar kualitas air untuk sanitasi dan higiene, serta air yang digunakan dalam proses pengolahan produk. Penyimpanan peralatan produksi juga harus ditempatkan pada wadah tertutup untuk menjaga kebersihannya. Edukasi dan pelatihan tentang pentingnya penerapan sanitasi dan higiene juga perlu diberikan kepada pekerja agar produk yang dihasilkan aman dari kontaminasi bakteri. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi ini dalam meningkatkan kualitas dan keamanan produk pada UMKM Y.

Read online
File size487.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test