UIN SGDUIN SGD

Journal of Contemporary Rituals and TraditionsJournal of Contemporary Rituals and Traditions

Tujuan: Penelitian ini menginvestigasi bagaimana warna beroperasi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas pribumi Ghana dan menguji cara sistem ini berkontribusi pada ketahanan budaya di seluruh komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana makna simbolis dan praktik material warna memediasi hubungan antara manusia, leluhur, dan kekuatan spiritual, serta bagaimana sistem ini beradaptasi dalam konteks kontemporer. Metodologi: Studi ini menggunakan desain etnografi kualitatif yang dilakukan antara Januari dan Juni 2025 di tiga wilayah Ghana. Data dikumpulkan melalui 18 wawancara semi-terstruktur, tiga diskusi kelompok terarah, observasi partisipatif terhadap 15 upacara ritual, dan analisis 48 artefak material. Analisis tematik refleksif menggunakan penalaran abduktif diterapkan untuk mengidentifikasi pola di seluruh makna simbolis, praktik material, dan variasi lintas budaya. Temuan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa triadik warna putih-hitam-merah berfungsi sebagai kerangka kosmologis yang stabil tetapi diartikulasikan secara berbeda melalui orientasi temporal dan fungsi ritual: putih berfungsi sebagai terminal (Akan), inisial (Dagomba), dan berkelanjutan (Ewe); hitam menunjukkan kompleksitas semantik melalui ekspresi afektif, ritual-operasional, dan genealogis-struktural; dan merah menunjukkan valensi yang bervariasi dari negatif (Akan) hingga ambivalen (Dagomba) hingga positif (Ewe), membutuhkan mekanisme regulasi budaya. Komposisi multiwarna selanjutnya mengungkapkan tata bahasa komposisi bersama di mana hitam bertindak sebagai integrator struktural yang mewakili kesinambungan leluhur. Implikasi: Studi ini menawarkan wawasan untuk pelestarian warisan budaya, kolaborasi etis dalam industri kreatif, dan pengembangan kerangka kebijakan yang mendukung sistem pengetahuan pribumi. Hal ini menggarisbawahi kebutuhan akan pendekatan partisipatif yang mengakui warna tidak hanya sebagai simbolisme estetika tetapi sebagai sumber epistemik dan kosmologis hidup yang menopang identitas komunitas di tengah globalisasi dan pergeseran generasi. Orisinalitas dan Nilai: Penelitian ini mengembangkan kerangka material-semiotik yang menjembatani antropologi simbolik dan teori budaya material, memperkenalkan konsep warna sebagai strategi ketahanan budaya. Ini menunjukkan bahwa warna bukan kode representasional pasif tetapi agen performatif aktif yang membentuk hubungan spiritual, sosial, dan kosmologis. Studi ini berkontribusi bukti lintas budaya baru dari Afrika Barat dan memperluas diskusi teoretis tentang warisan budaya takbenda, epistemologi dekolonial, dan agensi material.

Studi ini menunjukkan bahwa warna berfungsi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas adat Ghana, di mana triadik putih-hitam-merah bertindak sebagai struktur kosmologis stabil yang diekspresikan melalui orientasi temporal dan praktik material yang berbeda di komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe.Warna bertindak sebagai agen performatif yang memediasi hubungan spiritual melalui praktik-praktik seperti mengenakan, menenun, dan mempersembahkan, sekaligus memungkinkan ketahanan budaya melalui sinkretisme adaptif tanpa mengorbankan koherensi kosmologis inti, terlepas dari erosi makna di kalangan generasi muda perkotaan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang warna, spiritualitas, dan budaya material di Afrika Barat dengan mengusulkan kerangka “warna sebagai strategi ketahanan budaya yang menjembatani antropologi simbolik dan teori budaya material.

Melihat temuan yang menarik tentang peran warna dalam spiritualitas adat Ghana, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Salah satunya adalah melakukan penelitian jangka panjang untuk memahami bagaimana pemaknaan dan praktik warna berubah dari waktu ke waktu, khususnya di tengah tantangan modernitas dan pergeseran generasi. Kita bisa meneliti secara mendalam bagaimana anak muda saat ini, yang tumbuh dengan akses informasi global, memahami dan menggunakan simbol-simbol warna tradisional, serta faktor-faktor seperti pendidikan formal, media sosial, atau migrasi ke kota memengaruhi transmisi pengetahuan ini. Apakah ada adaptasi baru yang muncul, atau justru terjadi pergeseran makna yang signifikan? Penelitian ini juga dapat diperluas untuk tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menyelami bagaimana elemen sensorik lain seperti suara dalam musik ritual, aroma rempah-rempah, atau tekstur kain bekerja bersama warna untuk menciptakan pengalaman spiritual yang lengkap. Misalnya, bagaimana interaksi antara warna tertentu dan jenis bunyi-bunyian tertentu memengaruhi suasana upacara atau persepsi spiritual? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi perbandingan yang lebih luas ke komunitas adat lain di Ghana atau wilayah Afrika Barat yang belum tercakup, untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan keunikan sistem material-semiotik warna mereka. Penelitian semacam ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat adat menjaga identitas budaya mereka di tengah perubahan global, serta memberikan masukan untuk strategi pelestarian warisan budaya tak benda yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi mendatang.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s44282-025-00185-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s44282 025 00185 6
  2. Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana's Indigenous Spirituality... ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/jcrt/article/view/2157Color as a Cultural Resilience Strategy Material Semiotic Systems in Ghanas Indigenous Spirituality ejournal uinsgd ac index php jcrt article view 2157
  3. An Ethnographic Study of the Akan One Week Funeral Observation in Ghana: Making a Case for Its Stepwise... ajernet.net/ojs/index.php/ajernet/article/view/580An Ethnographic Study of the Akan One Week Funeral Observation in Ghana Making a Case for Its Stepwise ajernet ojs index php ajernet article view 580
Read online
File size489.47 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test