POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU

JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATANJURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN

Latar belakang: Stroke merupakan gangguan aliran darah ditandai dengan hilangnya fungsi sistem saraf fokal dan global, yang dimanifestasikan oleh paralisis pada satu sisi tubuh serta gejala neurologis lainnya. Pasien stroke juga sering mengalami kesulitan menelan dan berisiko mengalami aspirasi. Tindakan keperawatan untuk mencegah aspirasi meliputi pemberian latihan oral motor dan mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler. Tujuan: mengetahui . Metode: Desain penelitian merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest with control group, jumlah sampel 34 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depaiul Hospitail Swaillow Screening (DHSS) dan tabel kejadian aspirasi. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Wilcoxon Sign Raink Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon diperoleh p value = 0.000 (≤ 0.05), yang berarti ada di ruang stroke RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Kesimpulan: Ada di ruang stroke RSUD DR. M. Yunus Bengkulu.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke di RSUD Dr.Yunus Bengkulu tahun 2023, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rata-rata usia yang mengalami kejadian aspirasi pada pasien stroke pasien yang berusia diatas 52 tahun.Tingkat pendidikan pada penelitian ini sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD).Jenis stroke pada penelitian ini sebagian besar dengan stroke non hemoragik dan Frekuensi stroke yang dialami sebagian besar serangan stroke pertama.Rata-rata kejadian aspirasi responden pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan 5,24 dan sesudah diberikan perlakuan menurun menjadi 0,41.Sedangkan rerata kejadian aspirasi pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan 5,18 dan sesudah diberikan edukasi menurun menjadi 3,24.Teirdapat peingaruh oral motor eixceirsicei teirhadap peinurunan keijadian aspirasi p=(α<0,05) pada pasiein strokei.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis stroke (hemoragik dan non-hemoragik) dengan kejadian aspirasi, serta faktor-faktor risiko yang terkait. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari latihan oral motor exercise pada kemampuan menelan dan kualitas hidup pasien stroke, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat meningkatkan hasil jangka panjang.

  1. Heart Disease and Stroke Statistics—2020 Update: A Report From the American Heart Association |... ahajournals.org/doi/10.1161/CIR.0000000000000757Heart Disease and Stroke StatisticsAi2020 Update A Report From the American Heart Association ahajournals doi 10 1161 CIR 0000000000000757
Read online
File size373.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test