AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR

Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang sering terjadi pada remaja putri dan berdampak pada menurunnya kemampuan fisik beraktivitas. Salah satu gejala sering muncul adalah intoleransi aktivitas akibat rendahnya kadar hemoglobin. Anemia dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi. Salah satu cara nonfarmakologi yaitu mengkonsumsi sari kurma 2x15 ml per hari selama 14 hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kurma dalam meningkatkan toleransi aktivitas pada remaja putri dengan anemia. Metode: Metode penelitian studi kasus pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami. Studi kasus digunakan untuk menganalisis pemberian sari kurma dalam mengatasi intoleransi aktivitas pada remaja putri dengan anemia. Hasil: Penelitian ini membuktikan bahwa konsumsi sari kurma secara teratur selama 14 hari mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Pada responden pertama terjadi peningkatan sebesar 4,0 g/dl dari 10,2 menjadi 14,2 g/dl, sedangkan responden kedua mengalami peningkatan 2,0 g/dl dari 10 menjadi 12 g/dl dan terdpat penurunan keluhan lelah serta dyspnea pada kedua responden. Kesimpulan: konsumsi sari kurma selama 14 hari efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan memperbaiki toleransi aktivitas pada remaja putri dengan anemia ringan. Perbaikan tersebut terlihat dari meningkatnya kekuatan fisik, kemudahan beraktivitas, serta berkurangnya keluhan lelah, dispnea, dan perasaan lemah.

Setelah mengonsumsi sari kurma secara rutin selama 14 hari, kadar hemoglobin responden mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 4,0 g/dl pada responden pertama dan 2,0 g/dl pada responden kedua.Hal ini menunjukkan bahwa sari kurma berpotensi menjadi suplemen alami yang efektif untuk mengatasi anemia ringan.Peningkatan juga diikuti dengan membaiknya toleransi aktivitas, yang terlihat dari berkurangnya gejala fisik serta normalnya tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, dan warna kulit.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan efektivitas sari kurma dengan suplemen zat besi sintetis dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi durasi optimal konsumsi sari kurma agar manfaatnya maksimal tanpa efek samping. Penelitian juga perlu mempelajari faktor-faktor seperti jenis makanan pendamping atau kondisi usus yang memengaruhi penyerapan zat besi dari sari kurma. Studi lebih lanjut juga diminta untuk mengevaluasi dampak jangka panjang sari kurma pada kesehatan darah dan toleransi aktivitas, serta efikasi pada kondisi anemia dengan tingkat keparahan yang berbeda.

  1. Vol 15, No 2 (2019). vol doi https bmi v15i2 table contents articles analisis biaya terapi skabies permetrin... ejurnal.poltekkestasikmalaya.ac.id/index.php/BMI/issue/view/17Vol 15 No 2 2019 vol doi https bmi v15i2 table contents articles analisis biaya terapi skabies permetrin ejurnal poltekkestasikmalaya ac index php BMI issue view 17
Read online
File size726.02 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test